Sabtu, 03 Agustus 2013

RI Butuh Pemimpin yang Paham Ekonomi seperti HT


CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) dinilai sebagai salah satu figur yang diyakini dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi di Indonesia. Pengamat politik UI, Boni Hargens, mengatakan bahwa sebagai seorang pengusaha sukses, HT dapat menuntaskan permasalahan bangsa Indonesia seperti sekarang ini.

”Saya pikir Pak HT berbekal pengalaman di bidang ekonomi bisa dipercaya menuntaskan masalah ini. Selain itu nama Rizal Ramli juga bisa dapat mengatasi masalah lainnya,” ujar Boni saat menghadiri diskusi dengan tajuk “Menuntut Pertanggungjawaban Presiden SBY, Parlemen, dan Partai Politik. Terkait Kenaikan Harga, Leberalisasi Impor dan Penguasaan Sumber Daya Alam Oleh Asing” di Taman Ismail Marzuki, Jumat (2/8/2013) malam.

Posisi HT sebagai cawapres dari Partai Hanura, cukup tepat berpasangan dengan capres dari militer yang mempunyia prinsip nasionalisme kuat seperti Wiranto.

"Keduanya diharapkan dapat memberdayakan seluruh potensi sumber daya ekonomi yang ada di dalam negeri, serta menyikapi kehadiran investasi asing secara proporsional, yang tidak membahayakan ekonomi dalam negeri," paparnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Institut Ekonomi Politik Soekarno-Hatta, Hatta Taliwang, mengusulkan agar sebaiknya partai politk dibiayai oleh negara, karena dapat memberikan peluang bagi orang berkualitas bisa berkontribusi.

"Dengan begitu, tindakan korupsi juga bisa ditekan. Kalau itu tidak dilakukan, maka 30% APBN akan dikorupsi untuk membiayai hidup partai,” pungkasnya.



Editor : WahyuSudSumber : OkeZone.com

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)