Latest Posts

Minggu, 08 November 2015

Apa itu PACI?

Berita Davina

Bagi Anda yang baru bergabung dan belum mengenal PACI berikut ini adalah FAQ tentang PACI yang bisa menjelaskan kepada Anda.

(+) Apa itu PACI???
(-) PACI adalah Projects Arisan Closing Indobroker

(+) : Terus apakah setiap bulan di kocok seperti arisan, bergantian dapatnya?
(-) : Bukan setiap bulannya dikocok dan bergantian dapatnya, Tapi dana iuran itu nantinya akan digunakan utk kepentingan Operasional PACI

(+) : Bentuknya bagaimana?
(-) : Bentuk Operasional itu utk keperluan biaya agar Project nya cepat Closing, seperti :
A. Pembuatan Baliho/Spanduk
B. Cetak Brosur
C. Pasang iklan di koran
D. SMS Broadcast
E. Sebar Brosur
Dan masih banyak yg lainnya
Pada intinya agar Project yg ditangani kurang dari 3 bln harus Closing

(+) : Kalo Closing, bagaimana pola pembagian Komisinya?
(-) : Pola pembagian Komisi sbb :
- 40% utk Broker owner
- 40% utk Broker buyer
- 20% utk sisa tim PACI
Bila 1 Tim PACI terdiri dari 10 org, maka seperti ini polanya :
1 org broker owner fee 40%
1 org broker buyer fee 40%
8 org sisa tim PACI fee 20%

(+) : Nah yg utk 8 org feenya 20% bagaimana baginya? Apakah dibagi rata atau bagaimana?
(-) : Bila yg 8 org ini nilai iurannya sama maka dibagi rata. Bila nilai iurannya tidak sama, ada yg besar dan ada yg kecil, maka pola pembagiannya prosentase, bila yg besar prosentasenya besar, begitu juga sebaliknya.

(+) : Apa saja syarat menjadi Anggota Tim PACI?
(-) : Syarat nya adalah sebagai berikut :
1. Sudah menjadi Member Resmi Indobroker
2. Memiliki Toko Online Properti Indobroker
3. Memiliki akun Facebook dan Twitter
4. Memiliki Noberlakuple Seve 777
5. Membayar arisan bulanan
6. Siap bekerjasama dengan anggota Tim
7. Patuh dan taat terhadap aturan yang berlaku

(+) : Apakah Tim PACI sudah pernah berhasil closing?
(-) : Sudah, sebidang tanah seluas 1,762 m2 dengan nilai 1,7M di Indramayu oleh Tim PACI 1


Team Indobroker


Jumat, 12 September 2014

Inilah Daftar Grup Facebook Indobroker

Berita Davina
ilustrasi
Anda ingin bergabung terlebih dahulu di grup facebook Indobroker di kota/kabupaten Anda?
Anda ingin mencari teman broker di kota/kabupaten Anda?
Anda ingin cobroking dengan sesama broker?

Segera gabung di grup facebook Indobroker yang ada disetiap kota/kabupaten Anda sekarang juga dan jadilah broker handal dan profesional bersama Indoroker.



1. Indobroker Pusat :




2. Indobroker Jakarta Selatan




3. Indobroker Jakarta Barat




4. Indobroker Jakarta Utara




5. Indobroker Jakarta Pusat




6. Indobroker Jakarta Timur




7. Indobroker Bekasi Kota




8. Indobroker Bekasi Kabupaten




9. Indobroker Tangerang Kota




10. Indobroker Tangerang Kabupaten




11. Indobroker Tangerang Selatan




12. Indobroker Bogor Kota




13. Indobroker Bogor Kabupaten




14. Indobroker Semarang Kota




15. Indobroker Semarang Kabupaten




16. Indobroker Kendal Kabupaten




17. Indobroker Demak Kabupaten




18. Indobroker Kota Solo




19. Indobroker Kota Yogya




20. Indobroker Surabaya




21. IndobrokerSleman Kabupaten





Dapatkan Kaos Keren Indobroker Bergambar Foto Narsis Kamu

Berita Davina
Disain kaos keren Indobroker

DAPATKAN MERCHANDISE INDOBROKER BERUPA T-SHIRT SPESIAL EDITION BUAT KAMU PARA MEMBER MAUPUN CALON MEMBER INDOBROKER ATAUPUN ANDA PARA BROKER PROPERTI SE-INDONESIA.


Kaos Indobroker bisa dipesan dengan menampilkan foto narsis kamu dan bisa juga disertai nama kamu dibawahnya. 

Kini kamu bisa bergaya bagaikan seorang caleg yang lagi nyalon anggota dewan :-)

Segera miliki kaos Indobroker tersebut diatas dengan harga Rp 100.000,-/kaos (diluar biaya pengiriman)

Pengiriman akan dilakukan oleh JNE dan bisa dicek biaya pengirimannya serta bisa juga di-track di jne.co.id

UKURAN KAOS

REGULAR FIT PRIA

UkuranLebar (cm)Tinggi (cm)
XS4566
S45.569
M4871
L5174
XL5276
XXL54.578

* Dibuat dengan bahan Cotton Combed 24s yang lembut dan nyaman dipakai

PEMBAYARAN

Kamu bisa melakukan transfer bank ke rekening berikut:
  • Bank BCA
  • A/n : WAHYUDI
    No Rekening : 2861507477
    Kami akan kirimkan pesanan kamu setelah pesanan terbayarkan. Silahkan email cs@indobroker.co.id atau sms/telpon ke 0819-898-777 untuk konfirmasi transfer atau bila ada pertanyaan lebih lanjut.

Selasa, 06 Mei 2014

FOMO "Fear of Missing Out" dan Crowd Leadership

Berita Davina
Banyak penyakit psikologis yang berhubungan dengan masalah sosial yang timbul di alam modern atau digital ini, yang sebenarnya bukan penyakit baru. Narsisme, sebagai contoh sebuah 'penyakit sosial'. Dulu, ‘narsis’ diartikan sebagai gejala psikologis yang dihindari. Tetapi sekarang dari sisi yang berbeda, bisa dikatakan bahwa tanpa modal narsis, tidak mungkin seseorang bisa eksis.

Narsisme Sehat atau bisa disebut narsisme dalam koridor yang bisa ditoleransi secara positif, tidak berlebihan, tetapi tetap hasilkan eksposur yang diharapkan. Selebriti baru di dunia social yang bina personal brandnya dengan baik dan kemudian didaulat jadi endorser-buzzer hasilkan income lumayan.

Gejala masalah sosial atau psikologis lain yang juga bermetamorfosa di dunia baru, dunia digital ini disebut FOMO – ‘Fear of Missing Out’. Ini sebuah bentuk social anxiety, kegelisahan seseorang yg kuatir akan ketinggalan kesempatan untuk berinteraksi social dan tahu hal baru. Andrew K. Przybylski Ph.D. dalam studinya menemukan bhw FOMO adalah kondisi psikologis yang dialami oleh orang-orang yang selalu ingin dihargai. Gejala ini terasa percepatannya pada saat interaksi antar individu semakin mudah dan instant dengan bantuan teknologi.

Jadi, bila seseorang berada ‘berjauhan’ dengan gadget membuat seseorang tersebut menjadi anxiety, gelisah. Orang dengan gejala FOMO kuatir akan tertinggal berita menarik atau tertinggal cerita seputar kehidupan di social networknya. Lazim terjadi di orang-orang yang seolah sudah tidak bisa dilepaskan dari gadgetnya. Lebih baik tertinggal dompet daripada tertinggal gadget. Ini gambarkan tingkat ketergantungan yang hebat terhadap ‘what is going on’ di alam seputar network mereka yang sudah lekat di genggaman.

Seperti halnya narsis yang sebelumnya hanya negatif, FOMO bisa dilihat sebagai hal negatif bila dilihat dari satu sisi saja. Di alam modern seperti sekarang ini, kecintaan dan penghargaan ternyata disalurkan melalui media social seperti facebook, twitter, instagram dan path. Gejala FOMO justru aspek positif, merupakan sebuah kesempatan bagi brand yang ingin selalu ‘berdekatan’ dengan audiencenya. Dan fenomena FOMO ini yg harus dipelajari secara menyeluruh positif negatifnya dan dipergunakan secara positif untuk pemahaman Marketing communication atau marcom.

Fenomena FOMO bisa kita kaitkan dengan Pengelolaan Content ala Crowd sourcing. Seperti yang kita tau, content social media adalah segalanya. Sedemikian banyaknya Content produced by brand owner dan para user nya serta konsumen biasa, maka traffic jadi tinggi dan hectic. Tidak lagi semudah dulu untuk menarik perhatian audience, membaca content dari website brand, facebook brand bahkan twitter nya.

Kompetisi content semakin merajalela, luar biasa. Bagaimana menyikapinya?

Manfaatkan situasi FOMO dari audience secara positif sama artinya dengan melibatkannya secara aktif untuk isi content di media dan account brand. Secanggih apapun pengelola socmed brand – akan sangat lelah dan habis kreatifitasnya bila harus menjadi sumber satu-satunya content. Tingkat engagement di account social medianya brand akan rendah apabila hanya one-way interaction saja, boring.

Brand dan Pengelola Social Media Brand tidak lagi harus menjadi sosok yang tau segala-galanya tentang content. Saat ini berkembang Crowd sourcing, penggalangan pengetahuan dan diskusi dari berbagai sumber, expert di bidangnya dan audience bias memberikan space kepada mereka akan menghasilkan double benefit. Pertama, sumber berita menjadi tidak ada habis-habisnya. Engagement tinggi. Diskusi berjalan lancar. Kedua, content yang berasal dari Audience punyai daya tarik, tingkat confidence yang lebih tinggi, sebab bukan berasal dari pemilik brand.

Pengalaman konsumen yang dituangkan sebagai content sebuah Fan Page Facebook Brand, misalnya, berikan nilai tambah tersendiri bagi brand. Brand (melalui pengelola social media accoutnya) harus menjadi fasilitator interaksi antar audience. Di pasar yang bersaing ketat, kehidupan berkomunitas yang masih terasa kental, dan Brand harus punya peranan di dalam komunitas tersebut. Yang berkembang adalah group thought, dan ini difasilitasi melalui pengumpulan input dan content via Crowd Sourcing. Narasumber dari kalangan Expert bercerita dari sisi teknis dan keilmuan. Narasumber dari kalangan awam bercerita dari sisi User Experience. Bagi pembaca media, pengalaman pengguna justru kadang kala bernilai dibandingkan hanya dari ulasan-ulasan teknis keilmuan para expert.

User Experience merupakan modal utama ZMOT – Zero Moment of Truth. Pengalaman secara maya sebelum pengalaman interaksi langsung. Dgn perbanyak moment utk bercerita di facebook dan twitter, posting foto di Path dan Instagram, upload video di Youtube dan seterusnya. Dengan cerita-cerita seru, dan foto-foto yang seru-seru maka brand akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan "Crowd"nya.

Fear of Missing Out atau FOMO sebagai sebuah fenomena, mungkin bukan sesuatu yang baik jika berlebihan. Tetapi FOMO bila dikelola dengan baik, kegelisahan ini justru bisa menjadi kontributor terbesar di media yg disediakan oleh brand.


Penulis : Amalia E Maulana @etnoamalia 
Brand Consultant & Ethnographer - Agent of Change, 
Director, ETNOMARK Consulting - Your Insights Partner 

Rabu, 30 April 2014

Inilah Syarat Menjadi Member Indobroker

Berita Davina




Inilah syarat yang harus dilengkapi jika ingin menjadi member Indobroker :


1. Isi  secara lengkap formulir pendaftaran onlinenya dibawah ini :

>>> Http://bit,ly/FormKu


2. Pilih posisi dan jumlah biaya pendaftaran sesuai yang Anda inginkan :

aMember (M) / Anggota : Rp 500.000,-/orang
b. District Manager (DM) / Koordinator Kab/Kota : Rp 2.000.000,-/orang
c. Area Manager (AM) / Koordinator Provinsi : Rp 10.000.000,-/orang


3. Lakukan pembayaran dengan transfer ke rekening dibawah ini :

     Bank Account : BCA
     Branch Account : Kemang - Jakarta Selatan
     Name Account : Wahyudi 
     Number account : 286-150-7477

4. Konfirmasi via SMS setelah melakukan pembayaran melalui transfer bank

    Kirim SMS : NAMA PENGIRIM_POSISI_KAB/KOTA_NOMINAL ke 0819-898-777


5. Setelah Anda melakukan pembayaran, maka Anda akan mendapatkan fasilitas sebagai berikut :

     a. Kartu keanggotaan Indobroker/Indobroker Member Card (IMC) *
     b. Kuliah Online Indobroker (KOI)
     c. Toko Online Properti Indobroker (TOPI) *
     d. Projects Arisan Closing Indobroker (PACI)
     e. Draft-draf Perjanjian Jasa Pemasaran (PJP) Indobroker
      f. Disain panduk MMT Dijual/Disewa
     g. Mendapatkan materi training broker properti secara lengkap

6. Fasilitas lain yang akan Anda dapatkan adalah sebagai berikut :

a.   Mendapatkan bimbingan dan konsultasi baik melalui telpon, sms, bbm, whatsapp, facebook atau twitter selama 24 jam, 7 hari hingga berhasil menjual properti yang sedang Anda pasarkan

b.   Berhak memasarkan listing properti di Indobroker yang bernilai ratusan  milyar hingga trilyunan rupiah

c.    Berhak mengikuti acara yang diadakan oleh Indobroker maupun mitra Indobroker setiap sebulan sekali tanpa dipungut biaya apapun alias gratis dengan menunjukkan kartu keanggotaan Indobroker

d.   Mendapatkan sertifikat atau piagam penghargaan bagi member yang telah berhasil menjual properti selama bergabung di Indobroker *

e.   Berhak mendapatkan komisi sebesar Rp 50.000,- sd Rp 1.500.000,- setiap berhasil mengajak teman Anda bergabung ke Indobroker


Informasi lebih lanjut silahkan hubungi : 0819-898-777 atau silahkan buka dan pelajari diwebsite kami berikut ini >>> www.indobroker.co.id

Note:
Dapatkan diskon 70% jika mendaftar sekarang!


Kamis, 03 April 2014

"Nasionalisme Prabowo Luar Biasa, Jokowi Belum Teruji"

Berita Davina
Prabowo Subianto (kiri) dan Joko Widodo (kanan). (Foto: KOMPAS.com)
Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Faisal Santiago, menilai nasionalisme bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi), belum teruji. Hal itulah yang membuatnya memilih untuk mendukung bakal calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
"Bukan saya mengecilkan, tapi saya belum melihat, nasionalisme Jokowi belum teruji," kata Faisal di sela-sela acara Deklarasi Dukungan Guru Besar dan Cendekiawan mendukung Prabowo sebagai calon presiden di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2014).
Bagi Faisal, hanya Prabowo yang telah teruji memiliki nasionalisme yang tinggi. Salah satu alasannya ialah karena Prabowo memiliki latar belakang militer, sedangkan Jokowi, kata dia, pengalamannya hanya menjadi kepala daerah. Padahal, menurutnya, untuk memimpin bangsa, perlu pengalaman yang lebih besar dan jiwa nasionalisme yang teruji.
"Nasionalisme Pak Prabowo luar biasa, saya yakin dia enggak akan menjual aset negara," ujarnya.
Ia mengaku hadir dalam deklarasi mendukung Prabowo karena merasa tertarik dengan program yang diusung Partai Gerindra. Pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan dianggapnya sebagai alasan utama yang membuat banyak guru besar mendukung pencapresan Prabowo.
"Prabowo cocok dalam segala hal, beliau gigih dan akan membawa bangsa ini kembali berjaya. Saya berharap indeks sumber daya manusia kita juga akan ditingkatkan," ujarnya.

Sumber : KOMPAS.com
Editor : Mas Yudi Dua

Survei Polcomm: Jokowi, Prabowo, Aburizal Tiga Besar Capres

Berita Davina
Joko Widodo (kiri), Prabowo Subianto (tengah), dan Aburizal Bakrie (kanan). (Foto: KOMPAS.com)

Survei "Potret Elektabilitas, Capres-Cawapres dan Mencari Sosok Cawapres Ideal" yang dilakukan Political Communication Institute menempatkan bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo sebagai kandidat capres dengan elektabilitas tertinggi. Jokowi dipilih oleh 31,2 persen responden. Menyusul di belakangnya, bakal capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto (19,2 persen) dan bakal capres dari Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie (6,3 persen). 

"Jokowi masih yang tertinggi," ujar Direktur Political Communication Institute Heri budianto, saat memaparkan hasil survei lembaganya, di Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Heri mengatakan, berdasarkan survei, yang menjadi magnet kuat bagi elektabilitas Jokowi adalah seringnya dia melakukan blusukan, tampil sederhana, dan bicara apa adanya. Sementara, Prabowo dinilai karena visinya yang ingin menciptakan Indonesia yang lebih kuat. Adapun Aburizal, menurut Heri, dipilih responden karena latar belakangnya sebagai seorang pengusaha dan mantan menteri.

Cawapres Jokowi, Prabowo, dan Aburizal

Sementara itu, mengenai akseptabilitas calon wakil presiden, disurvei sejumlah nama yang dipandang cocok untuk menjadi pendamping Jokowi, Prabowo, dan Aburizal.

Untuk Jokowi, Wakil Presiden 2004-2009 Jusuf Kalla dinilai memiliki akseptabilitas terbaik dengan 14,9 persen. Sementara di urutan kedua dan ketiga adalah Irman Gusman 11,1 persen dan Mahmud MD 10,3 persen. Menurut Heri, responden menilai Jusuf Kalla memiliki pengalaman pemerintahan dan memahami masalah ekonomi, serta respons cepat dalam mengambil keputusan.

Adapun, untuk cawapres Prabowo, nama yang muncul adalah Priyo Budi Santoso dengan 18,5 persen, Dahlan Iskan 13,6 persen, dan Jusuf Kalla 10,4 persen.

Menurut Heri, responden menilai Priyo Budi Santoso adalah tokoh muda, dan berpengalaman d ibidang politik.

Sedangkan Cawapres yang dinilai cocok mendampingi Aburizal Bakrie, menurut responden, adalah Pramono Edhie dengan 12,6 persen, Dahlan Iskan 11,4 persen, dan Ali Masykur Musa 10,3 persen.

"Responden menilai, Pramono yang merupakan mantan Militer, dan juga berasal dari Jawa, cocok dengan Aburizal yang berasal dari sipil dan bukan orang Jawa," ujar Heri.

Adapun, untuk elektabilitas partai, Heri menyebutkan, responden memilih PDI-P (23,1 persen), diikuti Partai Golongan Karya dengan 17,3 persen, dan Partai Gerindra dengan 7,7 persen. Heri mengatakan, berdasarkan hasil survei, PDI-P mampu meraih elektabilitas tertinggi karena sudah mencalonkan Joko Widodo sebagai calon presiden PDI-P.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden di 33 propinsi. Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka kepada responden, pada tanggal 19 Maret-29 Maret 2014 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error sebesar 2,9 persen.


Sumber : KOMPAS.com
Editor : Mas Yudi Dua

Hasil Survei Charta Politika PPP Paling Disukai Publik

Berita Davina
Ilustrasi 
Berdasarkan survei yang dilakukan Charta Politika Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi dua partai utama yang paling tak disukai masyarakat. 

Sebanyak 17,1 persen responden memilih Partai Demokrat sebagai partai yang paling tak disukai. Sedang PKS di tempat kedua dengan 8,5 persen.

Partai Golkar di tempat ketiga dengan 6,6 persen responden, diikuti PDIP dengan 4,9 persen, PKPI 4,1 persen. Selanjutnya Partai Nasdem dengan 2,7 persen, PBB dengan 2,4 persen, Partai Gerindra 2,1 persen, PKB 1,9 persen, PAN 1,7 persen, Hanura 1,3 persen, dan PPP 1 persen.

Responden yang tidak menjawab adalah 45,8 persen. Wasekjen PD, Saan Mustopa, menyatakan hal itu sebagai akibat dari ruang opini publik bersifat negatif yang terlalu besar ke PD.

"Ini tak terlepas sebagai konsekuensi Partai Demokrat sebagai the ruling party. Partai penguasa pasti dapat perhatian lebih besar dibanding parpol lain. Sekecil apapun itu pasti diperhatikan. Nah ini yang mengisi ruang opini publik," kata Saan.

Survei itu dilakukan dengan metode wawancara tatap muka, dengan populasi responden adalah WNI yang telah mempunyai hak pilih di pemilu (telah berusia 17 tahun ke atas) sebanyak 1.200 responden.

Margin of error penelitian adalah plus minus 2,83 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara acak dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat dengan memperhatikan karakter urban/rural, dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi. Quality control dilakukan dengan mewawancara ulang responden yang dipilih secara random sebesar 20 persen.



Editor : Mas Yudi Dua

Selasa, 01 April 2014

Prabowo : Koruptor Takut Dengan Kehadiran Gerindra

Berita Davina
Prabowo Subianto (Davinanews.com)
Capres Gerindra Prabowo Subianto meminta warga di Gunung Kidul, Yogyakarta untuk tidak golput pada Pemilu 9 April mendatang. Menurutnya, kalau tidak mencoblos sama saja membantu penjahat koruptor menguasai legislatif.
Prabowo juga menghimbau jika ada caleg atau partai yang memberikan duit saat pencoblosan sebaiknya diterima karena duit yang dipakai adalah duit rakyat.
“Uang rakyat itu mereka curi. Jangan coblos pilih mereka. Ambil uangnya kalau diberi. Itu uang kalian sendiri. Biar mampus mereka. Mereka takut sama Gerindra karena Prabowo tahu cara mereka,” ujarnya.
“Kalian terima duitnya karena itu uang kalian sendiri. Uang rakyat yang dikorupsi. Tapi, ambil duitnya tetap pilih Gerindra,” kata Prabowo dalam orasinya di Lapangan Desa Gading, Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (29/3/2014).
Prabowo menambahkan kalau para koruptor takut dengan kehadiran Gerindra yang siap menangkap para penjahat pencuri uang negara. Dia siap memberantas bersih para pelaku koruptor dan memberikan hukuman yang keras.
Prabowo pun berharap masyarakat tidak mudah dibohongi dengan para koruptor yang merayu dengan uang saat Pemilu nanti.
Sumber: wartaharian.co

Kenapa Kita Harus Berjuang?

Berita Davina
Prabowo Subianto (DaVinaNews.com)
“Sahabatku, gerakan kita beranjak dari suatu perasaan kerisauan. Kita risau bahwa kekayaan alam bangsa Indonesia yang berlimpah, karunia Tuhan Yang Maha Esa yang begitu besar bagi bangsa Indonesia, terus menerus diambil namun tidak dipergunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Perjuangan kita tidak ringan karena banyak kekuatan yang ingin kondisi seperti sekarang terus berlanjut. Banyak kekuatan yang menghendaki sistim pemerintahan yang lemah. Banyak kekuatan yang suka dengan pejabat-pejabat yang bisa dibeli. Tujuan utama mereka adalah meraup uang sebanyak-banyaknya – mereka tidak peduli dengan apa yang terjadi di bawah.
Lantas apa yang harus kita kerjakan? Apa kita hanya bisa terus mengeluh dan mengkritik? Saya rasa tidak. Kita harus memilih untuk berjuang, berjuang dan terus berjuang sampai dengan hembusan nafas kita terakhir. Inilah ajaran nenek moyang kita. Jangan pernah menyerah, jangan pernah menyerah, jangan pernah menyerah.”
Oleh : Prabowo Subianto

Senin, 31 Maret 2014

Prabowo Subianto, The Untold Stories

Berita Davina
Suryadharma Ali dan Prabowo Subiyanto
Saya adalah seorang jurnalis dan kolumnis. Artikel opini saya dimuat diKompas, Tempo, Wall Street Journal, dan lain-lain. Saya juga pernah memimpin redaksi ditiga media nasional, serta diakui sebagai wartawan investigatif andal.

Sebelum saya gabung dan berjuang dengan Gerindra, tentu saya teliti dulu rekam jejak Gerindra dan Prabowo. Pada akhir tahun 1998 saya juga pernah mendampingi pejabat dari Washington DC mewawancarai Prabowo selama 3 jam. Berbagai tuduhan dan fitnah ke Prabowo saya teliti satu per satu. Mulai dari tuduhan penculikan, kerusuhan 1998, sampai keluarga.

Saat Prabowo memilih untuk jadi tentara walau beliau bisa kuliah di universitas terbaik AS. 
Prabowo masuk AKABRI, karena terinspirasi oleh kisah kedua pamannya yang gugur tahun 1946 bersama Mayor Daan Mogot. Prabowo juga ingin melanjutkan perjuangan ayahnya dan kakeknya: jiwa dan raga 100% untuk Merah-Putih.

Saat memimpin Kopassus, kualitas kepemimpinan Prabowo legendaris. Sampai sekarang anak buahnya masih loyal. Prabowo pastikan kesejahteraan semua prajuritnya. Di medan perang, Prabowo selalu pimpin dari garis terdepan. Bahkan, ada tiga momen di Timor Timur ketika Prabowo diduga gugur karena putus kontak radio. Beliau sangat berani. Keberanian dan dedikasi Prabowo menjadikan Kopassus salah satu pasukan elit terbaik dunia. Dihormati dan disegani.

Prestasi Prabowo sebagai Danjen Kopassus, a.l.: pembebasan sandera di Pegunungan Mapenduma, Papua. Prabowo juga memimpin pendakian tim Indonesia ke puncak gunung Everest. Ia tidak mau kita dikalahkan Malaysia. Sekarang kita bicara 1998. Saat itu, keberpihakan Prabowo pada proses demokrasi dan reformasi mengagetkan. Mungkin karena Prabowo08 pernah sekolah di luar negeri, kala itu beliau termasuk perwira yang mendukung reformasi.

Tuduhan #1: 
Prabowo cerai karena tidak becus mengurus keluarga. 
Sebenarnya: Beliau diusir keluarga Cendana. Prabowo dianggap mengkhianati keluarga Cendana karena dua hal: Berani menganjurkan Presiden Suharto untuk mundur.

Tuduhan #2: 
Prabowo tidak gunakan senjata dan malah membiarkan demonstran masuk ke kompleks DPR/MPR.

Tuduhan #3: 
Prabowo menculik & membunuh aktivis demokrasi. 
Sebenarnya: Tim Mawar bergerak cegah terorisme.
Sebelum Tim Mawar dapat perintah mengamankan terduga teroris, terjadi peledakan bom di Jakarta Januari 1998. Peledakan bom ini, salah satunya di Tanah Tinggi ditujukan untuk ganggu Sidang Umum MPR bulan Maret 1998. Pada saat itu, perintah "mengamankan" bisa diartikan "menghabisi". Tim Mawar tidak menghabisi mereka yang diamankan. Malahan, mereka yang diamankan dan dilepas oleh Tim Mawar, sebagian sekarang bergabung di Gerindra. Apakah mereka mau bergabung dengan Gerindra jika Prabowo benar kejam seperti dituduhkan?

Nah, bagaimana dengan mereka yang masih hilang? Silakan cek hasil investigasi TEMPO edisi Widji Thukul. Hasil investigasi TEMPO menyimpulkan, ada tim lain yang bergerak! 
Bukan hanya Tim Mawar Prabowo. Apakah Prabowo tahu siapa mengamankan mereka? 
Kalaupun ia tahu, Prabowo terikat sumpah prajurit. Prabowo adalah prajurit sejati. Baginya sumpah prajurit adalah harga mati. Nama baik TNI harus ia jaga. Bagi Prabowo, lebih baik ia jadi tertuduh selamanya daripada nama baik TNI tercoreng karena ia buka mulut.

Tuduhan #4: 
Prabowo dalang kerusuhan Mei 1998. 
Sebenarnya: Prabowo adalah kambing hitam. Kerusuhan Mei 1998 dipicu oleh naiknya harga BBM tanggal 4 Mei karena tekanan IMF untuk cabut subsidi. Sudah menjadi rahasia publik, bagaimana Prabowo membujuk Panglima ABRI untuk turun tangan kendalikan situasi. Namun pada saat-saat genting, Panglima ABRI malah tinggalkan Jakarta untuk upacara seremonial di Malang.

Tuduhan #5: 
Prabowo dicopot karena mau kudeta Habibie. 
Sebenarnya: Prabowo justru bergerak utk amankan Habibie.
Sebagai Pangkostrad, Prabowo mengikuti protap untuk mengamankan Ring-1 saat ibukota kembali memanas. Prosedur tetap ini dijalankan Prabowo tanpa sepengetahuan Panglima ABRI. Panglima ABRI keliru analisa situasi. Panglima ABRI berasumsi, pergerakan pasukan ke Ring-1 harus atas perintah beliau. Beliau lapor ke Presiden Habibie. Karena informasi ini, Presiden Habibie berasumsi Prabowo ingin kudeta. Prabowo dipanggil menghadap. Jika Prabowo benar ingin kudeta, apakah ia akan datang ke Istana dan datang sendirian tanpa pasukan? Mendengar perintah Presiden Habibie untuk melepas jabatan sebagai Pangkostrad, Prabowo08 kaget. Namun sebagai prajurit yang taat, ia ikuti perintah Presiden Habibie, lepaskan jabatan Pangkostrad dan jadi Dansesko ABRI.

Tuduhan #6: 
Prabowo ke Yordania untuk menghindari hukuman. 

Kenyataaan: Menghindari fitnah.
Prabowo adalah mantan Danjen Kopassus. Beliau terlatih di bidang intelijen dan kontra-inteligen. Kondisinya saat itu: ada pihak-pihak yang membutuhkan kambing hitam. Kalau bisa semua dituduhkan ke Prabowo. Prabowo sadar, risikonya terlalu besar jika ia tetap di Jakarta. 
Rumahnya bisa "diisi" senjata, dan sebagainya. Oleh karena itu beliau memilih untuk pergi ke luar negeri. Ke Yordania dan Malaysia. Menghindari fitnah.

Tuduhan #7: 
Prabowo kaya karena korupsi di masa Orba. 
Sebenarnya: Tahun 1998 Prabowo jatuh miskin.
Rumah di Indonesia tidak punya, tabungan hanya cukup untuk hidup beberapa bulan saja di pengasingan.Prabowo harus kerja keras sebagai pengusaha di luar negeri untuk dapat hidup dengan layak. Mengikuti jejak adiknya. Karena pengalaman sebagai pengusaha di luar, Prabowo jadi tahu benar bagaimana asing eksploitasi SDA Indonesia.

Tuduhan #8: 
Prabowo tidak ada sumbangsih untuk negeri pasca 1998. 
Sebenarnya: Sumbangsihnya luar biasa.
Sumbangsih yang terbesar adalah: Mendirikan Gerindra, partai politik moderen yang terbuka dan jelas visinya. Gerindra tidak meminta mahar politik untuk mereka yang ingin maju sebagai bupati, walikota, gubernur dan legislatif. Gerindra juga membuat rekomendasi berdasarkan kompetensi. Contoh: Ridwan Kamil didorong jadi Walikota Bandung. Contoh: Saya masuk ke Gerindra, karena ikut seleksi terbuka. Biaya formulir hanya Rp. 50.000 saja. Yang lain juga sama. Selain Gerindra, Prabowo juga fokus tingkatkan prestasi olahraga kita. Khususnya pencak silat dan berkuda.

Dalam masa kepemimpinan Prabowo, timnas pencak silat kita tidak pernah kalah di turnamen internasional. Tahun 2014 ini, Prabowo juga berhasil jadikan tim polo berkuda kita terbaik di Asia. Kalahkan Cina, India, dan Korsel. Di bidang pertanian, Prabowo sebagai Ketua HKTI kembangkan bibit-bibit unggul untuk tingkatkan panen per hektar.
Di bidang pendidikan, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak beasiswa sekolah dan kuliah yang diberikan Prabowo. Baru-baru ini, Yayasan Pendidikan Kebangsaan Prabowo jalin kerjasama beasiswa S1 dengan Kerajaan Yordania.


Penulis : Bondan "Mak nyus" Haryo Winarno
Editor : Mas Yudi Dua

Kamis, 06 Maret 2014

Kok, KPK Cuma Ngotot Penjarakan Anas? Bagaimana Ibas?

Berita Davina
Anas Urbaningrum. (Foto: Twitter.com/sahabat_anas

Ada kepentingan politik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di balik penetapan tersangka pencucian uang atas mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. 

Salah seorang pengacara Anas, Tina M. Tamher, mengatakan, indikasi kepentingan politik itu menguat karena pihak-pihak yang disebut terlibat dalam perkara Hambalang malah tidak diproses secara hukum. 

"Kami sesalkan KPK hanya terkesan trengginas (gesit) untuk kasus Anas. Fakta hukum keterangan Yulianis (eks Wakil Direktur Keuangan Grup Permai) soal pemberian uang ke Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) terang benderang. Tapi, sikap KPK tidak jelas," terang dia.

Yulianis dalam suatu kesempatan pernah menyebut ada dana sebesar 200 ribu dolar AS ke putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Tina menegaskan bahwa penanganan kasus kliennya saat ini semakin tidak jelas. Karena itu, dia minta KPK dapat segera menyelesaikan penyidikan dan melimpahkan berkas kliennya ke pengadilan.

"Daripada semakin tidak jelas kepastian hukum apalagi keadilan dalam kasus Anas. sebaiknya segera adili Anas dan konfrontir dengan Ibas. Agar masalah kongres Demokrat tahun 2010 jadi jelas," terang Tina.


Rabu, 05 Maret 2014

KPK Akan Sita Harta Anas

Berita Davina
Anas Urbaningrum. (Foto: Twitter.com)
Komisi Pemberantasan Korupsi akan menyita harta Anas Urbaningrum setelah mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang.

"Kalau (harta) itu hasil kk Asasi Manusia di Jakarta, Rabu.
ejahatan, ada indikasi ya mesti disita," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, di gedung Kementerian Hukum dan Ha
KPK pada hari ini menetapkan Anas sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang dengan menyangkakan Anas melangar melanggar Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Pasal 3 ayat 1 dan atau Pasal 6 ayat 1 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah berdasarkan UU No 25 tahun 2003 Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP mengenai orang yang menyamarkan harta kekayaan yang berasal dari kejahatan.

Ancaman pidana terhadap orang yang melanggar pasal tersebut adalah penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. Pengenaan pasal tersebut memberikan kewenangan KPK untuk menyita harta kekayaan Anas yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.

KPK saat ini masih menelusuri aset terkait Anas. 

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK belum melakukan penyitaan terkait dengan penyidikan kasus TPPU ini.

Sebelumnya KPK menetapkan Anas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah terkait pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah (P3SON) di Hambalang dan proyek-proyek lain.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelengara Negara tertanggal 28 Desember 2007 yang dilaporkan Anas ke KPK setelah ia tidak lagi menjabat sebagai pantia Komisi Pemilihan Umum (KPU), total kekayaan sebesar Rp2,237 miliar dan 2.300 dolar AS.

Harta tersebut terdiri atas harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp965,5 juta berupa tanah dan bangunan di Jakarta Timur (275, 539 dan 237 meter persegi), Depok (1.550 meter persegi), Karawang (11.412 dan 1.620 meter persegi), dan Bekasi (210 meter persegi). 

Selanjutnya harta bergerak senilai total Rp383 juta berupa mobil Kia Carens, motor Honda, mobil Nissan Serena, mobil Toyota Kijang. Harta bergerak lain berupa logam mulia dan barang seni lain senilai Rp92,831 juta dan ditambah giro sejumlah Rp795,6 juta dan 2.300 dolar AS.

Harta ini jauh berbeda dengan jumlah harta Anas yang dalam surat dakwaan mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek Hambalang, Deddy Kusdinar, disebutkan bahwa Anas menerima Rp2,21 miliar dari proyek Hambalang untuk membantu pencalonan sebagai ketua umum dalam kongres Partai Demokrat tahun 2010 yang diberikan secara bertahap pada 19 April 2010 hingga 6 Desember 2010.

Uang itu diserahkan ke Anas digunakan untuk keperluan kongres Partai Demokrat, antara lain membayar hotel dan membeli perangkat BlackBerry beserta SIM card-nya, sewa mobil bagi peserta kongres yang mendukung Anas, dan juga jamuan dan entertain. (ANTARA News)

Profil Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Berita Davina
Logo Partai Persatuan Pembangunan. (Foto: DaVinaNews.com)
Empat partai Islam yakni Partai Nadhlatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) dan Partai Islam Perti pada awal dekade 1970-an memutuskan untuk membentuk fusi guna melahirkan embrio partai baru.

Dari ide empat partai itulah, pada 5 Januari 1973 lahir Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memproklamirkan diri sebagai "Rumah Besar Partai Islam". 

Terdapat lima tokoh yang sangat berperan penting dalam proses deklarasi partai ini yaitu Ketua Umum PB Nadhlatul Ulama Idham Chalid, Ketua Umum Partai Muslimin Indonesia (Parmusi) Mohammad Syafaat Mintaredja,  Ketua Umum PSII Anwar Tjokroaminoto,  Ketua Umum Partai Islam Perti Rusli Hali dan Ketua Kelompok Persatuan Pembangunan di Fraksi DPR Mayskur.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP yang pertama adalah Mohammad Syafaat Mintaredja.  Pada awalnya,  PPP juga mengenal sistem presidium partai yang terdiri dari Presiden Idham Chalid, dan sejumlah Wakil Presiden yakni Mohammad Syafaat Mintaredja, M.Gobel, Haji Rusli Halil dan Masykur.

Sejarah mencatat iklim politik yang otoriter pada era Orde Baru pernah memaksa PPP untuk mengubah haluan dari Partai Islam menjadi partai berasas Negara Pancasila.

Lambang Ka'bah yang menjadi simbol kuat PPP pun diganti menjadi lembang bintang segi lima.

Namun, selama 17 tahun, ditandai dengan runtuhnya rezim orde baru, asas Islam kembali menjadi ideologi PPP. Lambang bintang segi lima pun dihapus dan kembali ke Ka'bah.

Mengusung ideologi Islam, PPP menyatakan komitmennya untuk mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti termuat pada Pasal 5 Anggaran Dasar PPP dan ditetapkan pada Muktamar VII Bandung 2001.

PPP, dalam pasal itu, menegaskan tujuan partai adalah terwujudnya masyarakat madani yang adil, makmur, sejahtera lahir batin, dan demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila di bawah rida Allah Subhanahu Wata’ala.

Setelah Syafaat mengundurkan diri, tampuk pimpinan diisi oleh H. Jailani Naro, kemudian berturut-turut H. Ismail Hasan Metareum, H. Hamzah Haz, dan sejak 2007 hingga kini partai dipimpin oleh Suryadharma Ali.

Dalam kepemimpinan Suryadharma Ali di Pemilu 2009, PPP mendapat 5.533.214 suara atau 5,3 persen suara. Perolehan itu setara dengan 38 kursi  di DPR.

Menatap Pemilu 2014, PPP, yang mendapat nomor urut sembilan ini, menyatakan akan mendeklarasikan bakal capresnya pada Februari 2014 sebelum Pemilu Legislatif. Beberapa kalangan memprediksikan Suryadharma Ali akan maju sebagai bakal capres.

Pada akhir 2013, PPP juga sempat memunculkan wacana untuk membentuk kembali koalisi partai tengah, yang banyak dihuni oleh partai-partai berbasis massa Islam. Poros tengah ini sebelumnya pernah diwujudkan pada Pemilu 1999, dan sukses mengantarkan Abdurrahman Wahid dari Partai Kebangkitan Bangsa menjadi Presiden RI.

Namun, gagasan dibentuk kembalinya koalisi partai tengah masih berkembang, sementara banyak pihak menilai sekat-sekat ideologi Islam dalam partai berbasis massa Islam sudah memudar.

Susunan Pengurus:
Ketua : Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si.
Sekjen : Ir. H. M. Romahurmuziy, MT
Bendahara : Drs. H. Mahmud Yunus

Alamat Kantor DPP : Jalan Diponegoro No. 60, Jakarta 10310
Telp : 021- 31926164 021- 31936338
Fax : 021- 3142558

Situs : www.ppp.or.id
Twitter : @DPP_PPP

(ANTARA News)

Our Team

  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers