Sabtu, 03 Agustus 2013

Kasus Anak Jenderal, Twitter Sanksi Ampuh

Ilustrasi Twitter. (Foto : DaVinaNews)
Kepala Badan Layanan Umum Transjakarta Pargaulan Butarbutar menganggap foto yang diunggah di twitter menjadi sanksi sosial yang ampuh bagi orang-orang yang nekad melintasi jalur Busway. Cara ini dinilai lebih ampuh daripada berdebat dengan orang tersebut.
"Dari pada otot dilawan ngotot, mending langsung difoto aja mobil si orang yang maksa masuk," kata Pargaulan kepada Tempo, Kamis, 1 Agustus 2013. Setelah itu Pargaulan melanjutkan foto langsung dikirim ke @BLUTransjakarta. "Biar nanti di-tweet oleh kantor kan yang follow akun kami banyak tuh bisa lihat semua," ujar Pargaulan.
Cara seperti ini, menurut dia, bisa menjadi sanksi sosial. Bahkan dia melanjutkan masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam laporan semacam itu. Kasus terakhir adalah remaja mahasiswa yang mengaku anak jenderal. Belakangan diketahui dia anak wiraswastawan.
Kasus terakhir menimpa seorang ibu-ibu yang memaksa masuk portal. Si ibu ini sudah ditilang oleh polisi karena plat mobilnya terekam. Pargaulan berharap cara ini efektif sebagai kontrol bersama karena melibatkan masyarakat.

Editor : Indah Sarie ASumber : Tempo.co

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)