Senin, 25 Maret 2013

Olahraga adalah Obat

Wakil peserta mengikuti latihan renang yang merupakan salah satu persiapan untuk menyeberangi Selat Madura , Jawa Timur, Sabtu (24/3).(DA VINA/ Wahyu Dwi A)
Olahraga atau aktifitas fisik bisa jadi adalah resep pengobatan yang termurah. Dengan melakukan olah raga, maka kita sudah dapat memerangi banyak resiko penyakit, seperti diabetes, kanker, sakit jantung bahkan depresi, kata  Direktur Medik The Singapore Sport Medicine Center, Dr. Ben Tan.

"Olahraga bisa dimasukan sebagai bagian dari resep," ujar Dr. Ben Tan di Jakarta. Ia percaya bahwa olahraga dapat mencegah atau mengobati berbagai macam penyakit, dan harus dipertimbangkan sebagai bagian dari pengobatan medis. Hal ini telah dijalankannya sejak dua  tahun ini di Singapura.

Inisiatif untuk memasukan olahraga sebagai bagian dari pengobatan telah dijalankan oleh 34 negara. Diawali oleh Negara Amerika yang telah memulai adanya program ini, diikuti oleh negara-negara lainnya, termasuk di kawasan Asia. Untuk Asia Tenggara, Singapura adalah Negara yang pertama kali memulai program Exercise Is Medicine (EIM).

Di Indonesia, program EIM harus dijalankan secara bersama, baik oleh pemerintah, penyedia layanan kesehatan, serta pihak swasta. Oleh karenanya, Ben Tan secara aktif melakukan sosialisasi program ini kepada semua pihak, termasuk ke pihak pemerintah, serta pihak pemberi layanan kesehatan, khususnya para dokter.

"Saya percaya bahwa program ini dapat dijalankan dan diimplementasikan di Indonesia, namun harus didukung oleh semua pihak, termasuk pihak swasta", ujar Ben Tan.

Salah satu perusahaan penyedia minuman kola di Indonesia juga turut aktif berpartisipasi dalam pengembangan program ini di Indonesia. Hal ini sejalan dengan kebijakan perusahaan tersebut dalam mendorong perilaku hidup aktif dan seimbang dengan pilihan gizi sehat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.



[ant/utr]

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)