Minggu, 24 Februari 2013

Siapa menang di Pilgub Jabar, Rieke, Aher atau Dede Yusuf?

Siapa menang di Pilgub Jabar, Rieke, Aher atau Dede Yusuf?

Rakyat Jawa Barat akan memilih pemimpin mereka hari ini. Ada lima pasangan calon yang berlaga dalam Pilgub Jabar.

Nomor 1 pasangan independen, Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep NS Toyib;
Nomor 2 Irianto MS Syafiuddin (Yance)-Tatang Farhanul diusung Partai Golkar;
Nomor 3 Dede Yusuf dan Lex Laksamana yang diusung Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra;
Nomor 4. Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar yang maju dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai Bulan Bintang (PBB) dan partai Hanura; dan,
Nomor 5. Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki yang diusung PDI Perjuangan.

Bagaimana peluang mereka?

Beberapa hasil survei menempatkan tiga besar pasangan cagub dan cawagub Jabar. Dede-Lex, Aher-Deddi dan Rieke Teten. Sementara Dikdik-Cecep dan Yance-Tatang diprediksi hanya akan menjadi penggembira.

Agaknya Partai Golkar mengulangi kegagalan di Pilgub DKI yang mengusung Alex Noerdin dan Nono Sampono yang langsung kandas dipecundangi calon lainnya. Beberapa survei menunjukkan Yance-Tatang hanya bisa menepati posisi keempat. Sedikit di atas Dikdik dan Cecep. Di antaranya survei Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Unpas, yang mencatat Yance mendapat 14,6 persen. Lalu dalam survei yang dilakukan Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika Universitas Padjadjaran (Unpad) elektabilitas keduanya hanya 8,63 persen.

Di puncak klasemen Dede Yusuf dan Lex Laksamana masih kuat. Dede Yusuf adalah wakil gubernur incumbent dan mantan artis. Cukup populer di Jawa Barat. Sementara Lex adalah mantan Sekda Jabar. Seorang birokrat yang berpengalaman. Survei di Unpas (32,7 persen) dan Unpad (31,28 persen) menempatkan mereka pada posisi nomor satu.

Sementara Aher dan Deddy Mizwar berada di posisi kedua. Aher adalah gubernur incumbent yang didukung kader militan PKS. Sementara Deddy Mizwar dikenal sebagai aktor senior yang ngetop dengan sebutan Jenderal naga Bonar. Di survei Unpad mereka mendapat 26,46 persen suara, di Unpas 21,6 persen.

Rieke-Teten juga menyodok di posisi ketiga dan terus naik. Rieke politikus muda PDIP yang ngetop sebagai si Oneng dalam film Bajaj Bajuri sementara Teten aktivis antikorupsi yang mendirikan Indonesia Corruption Watch. PDI Perjuangan tengah jumawa karena pasangan Jokowi-Ahok menang di Pilgub DKI Jakarta. Guna mendongkrak suara Rieke, Jokowi juga ditunjuk jadi juru kampanye.

Ketua Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (Unpad), Toni Toharudin, mengatakan, ketiga pasangan teratas ini memiliki peluang sama untuk memenangi Pilgub Jabar 2013.

"Ketiganya memiliki elektabilitas yang cukup baik, sehingga peluang sangat terbuka," kata Toni Toharudin, di Kampus Unpad Bandung, Jumat (28/12).

Sementara itu Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) punya keyakinan berbeda berdasar hasil survei mereka. Puskaptis memprediksi Aher-Deddy menang. Tetapi Pilgub berlangsung dua putaran.

"Dari hasil penelitian, Aher-Deddy 30,80% sedangkan Dede-Lex 27,04%. Dengan begitu Pilgub Jabar akan berlangsung dua putaran," ujar Direktur Puskaptis, Husin Yazid, saat memaparkan hasil Survei, di salah satu Cafe di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Tentu realita di survei akan berbeda dengan di lapangan. Maka bisa saja semua terjadi. Siapa yang akan menang hari ini? Pada siapa warga Jabar akan menentukan nasib mereka untuk membangun Bumi Priangan dan memberantas korupsi serta kebodohan?




Sumber : merdeka.com

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)