Senin, 25 Februari 2013

Kartu Jakarta Pintar, Jangan Salah Sasaran!


Warga rela berdesakan mengurus SKTM di Cengkareng Timur (Jum'at, 22/2)
Sejumlah Kantor Kelurahan di Jakarta Barat dipadati oleh para orang tua siswa meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mengurus Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi anaknya. Mereka datang  membawa surat pengantar dari RT dan RW setempat.

Menurut warga mengaku bernama Wartini (39) warga Cengkareng Timur, ia mendapat informasi mengenai kepengurusan Kartu Jakarta Pintar dari anaknya pada tanggal 22 Februari 2013. Kata gurunya mau diurus kartu pintar asalkan ada SKTM-nya. “Makanya saya datang ke kelurahan untuk mengurusnya. Kalau nanti ada seleksi lagi silakan cek ke rumah saya. Saya ini orang susah, tinggal dikontrakan dindingnya saja masih bilik bambu, makanya saya mau urus kartu buat anak saya" jelasnya. 

Sementara itu petugas kelurahan tampak bekerja keras melayani permohonan warga yang mengurus SKTM. Bahkan diantaranya ada yang ditulis tangan karena membludaknya permohonan warga.

Ketua Umum Badan Eksekutif Nasional- Badan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (BEN-BPMMI) Ir Adia Munanandar Moechni ketika dimintakan pendapatnya terkait tingginya animo masyarakat terhadap Kartu Jakarta Pintar itu menyatakan bahwa hal itu adalah wajar. Sebaliknya tidak ada alasan bagi pihak penyelenggara sekolah baik Disdik DKI maupun guru untuk tidak memberikan KJP kepada peserta didiknya yang sudah memenuhi persyaratan. “Jika sudah lengkap persyaratannya,  ya berikan saja,” tandasnya.

Lebih jauh kata Adia, KJP  itu adalah hak anak Indonesia. Ingat 'Hak Anak' bukan orang tuanya, khususnya anak Jakarta, jadi jangan dipermainkan. KJP juga sekaligus pembelajaran bagi kita semua baik penyelenggara sekolah khususnya sekolah (negeri) maupun masyarakat.
Tampak stap Kelurahan Cengkareng Barat sedang melayani warga yang mengurus SKM (Senin25/2)

Dijelaskan, bahwa dalam proses pembangunan pendidikan nasional agar berkualitas perlu kesadaran dan kerja sama semua pihak terkait, baik penyelenggara maupun masyarakatnya. Bagi para orang tua siswa yang mampu misalnya, maka tidak perlu memaksakan diri untuk mengurus KJP. Sebaliknya, bagi penyelenggara sekolah, dalam proses pemberian kartu tersebut harus benar-benar selektif  dengan meninjau langsung ke rumah siswa atau orang tua yang telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan KJP.

Lebih jauh, Adia juga mengingatkan supaya Program KJP tidak salah sasaran. Kalau semua anak/siswa tidak mendapatkan, bisa saja nantinya ada anak orang kaya yang menerima, sementara siswa lain yang orang tuanya benar-benar miskin malah tidak mendapatkan. Itu sama halnya 'Jakarta Baru' yang dicanangkan oleh Jokowi kandas di tengah jalan, karena praktek di bawahnya masih berlaku paradigma lama. Risiko kegagalan program sekecil apa pun harus dicermati. Lebih ironis jika sampai ada guru yang dipersalahkan atau diprotes oleh orang tua siswa yang tidak mendapat KJP.  "Urusan kesejahteraan (guru Red) belum kunjung terpenuhi, tapi mereka selalu jadi tumpuan kesalahan," pungkasnya.   
   
Kartu Jakarta Pintar adalah kartu dalam bentuk ATM Bank DKI yang diberikan kepada siswa yang dianggap tidak mampu oleh Pemprov DKI.  Kartu ATM tersebut setiap bulan akan diisi sejumlah uang oleh Pemprov DKI untuk keperluan sekolah siswa. 



Penulis : Ujang B. Thaib/Biro Jakarta Barat

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)