Rabu, 16 Januari 2013

Ini konsep pembangunan 6 ruas tol yang ditawarkan ke Jokowi

GEBRAKAN 100 HARI JOKOWI BASUKI #92


Presiden Direktur PT Jakarta Tollroad Development (JTD), Frans S Sunito memaparkan rencana pembangunan enam ruas jalan tol di hadapan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Menurut Frans, enam ruas jalan tol yang memiliki panjang 70 KM itu akan menelan anggaran Rp 42 triliun.

Dia mengatakan, enam ruas jalan tol itu akan memiliki 9 pintu keluar yang ada pada setiap jarak 8 KM. Lebih lanjut dia mengatakan, jalan bebas hambatan itu akan dibangun dengan desain layang. Hal itu dikarenakan adanya keterbatasan lahan.

"Ini dibangun di atas jalan yang sudah ada, sebagian besar dibangun di atas arteri. Seluruh jalan ini dibangun elevated dan terhindar dari simpangan-simpangan," kata Frans di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/1).

Menurutnya, enam ruas jalan tol itu akan dibangun di atas ketinggian minimal 10 meter. Hal ini lebih tinggi dari jalan layang biasanya yakni 7 meter agar bagian bawahnya tetap terkena sinar matahari dan bisa ditanami tanaman.

"Kita juga merancang fasilitas tanaman dan pemeliharaannya. Kita akan dekorasi pencahayaan yang baik. Ditambah sistem pelampuan, jika malam hari akan kelihatan baik," jelas Frans.

Dia menegaskan, enam ruas jalan tol itu didesain dengan spesifikasi khusus dengan persetujuan Menteri PU. "Yang kedua kami mengusulkan membahas dengan pemda harus ada fasilitas pemberhentian elevated busway yang ditempatkan dan disinergikan dengan moda-moda transportasi lainnya di Jakarta," katanya.

"Ada 17 lokasi penghentian yang bisa dihubungkan dengan pusat keramaian, MRT, Jakarta Monorail, stasiun, dan lain-lain. Seluruh jalan akan dibuat di atas koridor dan elektronik sistem tol. Bukan hanya kendaraan pribadi saja, kendaraan bus yang dirancang khusus akan kami sediakan halte," paparnya.

Frans mengatakan, proyek itu akan dikerjakan oleh 12 perusahaan yang tergabung dalam PT Jakarta Tollroad Development (PT JTD). Tujuh di antaranya merupakan perusahaan BUMD DKI, empat BUMN dan satu perusahaannya. 

"Empat perusahaan BUMN seperti Wijaya Karya, Adhi Karya, Hutama Karya dan satu perusahaan BUMN lagi," katanya.

"Proses amdal dan pengelolaan lingkungan sudah ada, sejak 2010. Ini adalah jadwal proyek pembangunan, tahap satu terdiri dua ruas. Pertengahan 2013 mulai beroperasi dan pertengahan 2015 sudah bisa beroperasi. Seluruh proyek selesai pada pertengahan 2020 dan siap digunakan," jelasnya.

Pembangunan enam ruas jalan tol ini terbagi menjadi beberapa tahap. Tahap pertama, ruas Semanan-Sunter (17,88 KM) dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan ruas Sunter-Bekasi Raya (11 KM) senilai Rp 7,37 triliun.

Tahap kedua, Duri Pulo-Kampung Melayu (11,38 KM) dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu (9,65 KM) senilai Rp 6,95 triliun.

Tahap ketiga, Ulujami-Tanah Abang (8,27 KM) dengan nilai investasi Rp 4,25 triliun. Terakhir, Pasar Minggu-Casablanca (9,56 KM) dengan investasi Rp 5,71 triliun. 

Jika sudah selesai dibangun, enam ruas tol itu akan menjadi satu dengan tol lingkar luar milik PT Jakarta Tollroad Development, tapi tarifnya akan terpisah dengan tol lingkar luar.


Sumber: merdeka.com

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)