Minggu, 11 November 2012

Warga miskin berharap Kartu Jakarta Sehat kurangi beban hidup

GEBRAKAN 100 HARI JOKOWI BASUKI #26

Warga miskin berharap Kartu Jakarta Sehat kurangi beban hidup
kartu jakarta sehat. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko
"Saya mah belum dapat Mas, tetangga saya juga nih. Belum daftar ke Pak RT."

Mulyati

Besarnya manfaat Kartu Jakarta Sehat (KJS), menjadi berkah tersendiri bagi warga Jakarta yang kurang mampu, Mulyati (54) salah satunya. Ibu dua anak ini, termasuk satu dari 1.241 warga Kelurahan Pademangan Timur, Jakarta Utara yang dijanjikan akan mendapatkan kartu berobat gratis tersebut.

Meski namanya belum terdaftar di 50 warga sementara yang mendapatkan KJS, wanita yang sudah memiliki empat cucu ini tampak antusias menyambut program yang dicanangkan Jokowi tersebut.

"Saya mah belum dapat Mas, tetangga saya juga nih. Belum daftar ke Pak RT," kata Mulyati yang datang ke tempat penyerahan KJS bersama cucu dan tetangganya, Sabtu (10/11).

Warga Jalan Pademangan 7 Raya RT 10 RW 10, Kelurahan Pademangan Timur, Jakarta Utara tersebut mengaku senang dengan program KJS. "Senang lah ada Kartu Jakarta Sehat. Katanya kalau pakai kartu itu kan, nanti berobat gratis. Buat warga kayak saya, pasti kepakai banget," ujarnya.

Dengan adanya KJS ini, lanjut Mulyati, semoga apa yang pernah dialaminya, sampai menjual barang untuk biaya operasi dan berobat kanker perutnya tidak terulang.

"Saya dulu, kalau enggak salah, tahun 1995 pernah operasi kanker perut. Operasi sama obatnya sampai 28 juta lebih," kenangnya.

Saat itu, lanjut wanita kurus itu, dirinya dan suami Suparno (56), yang sehari-hari hanya bekerja sebagai pedagang asongan di sekitar Ancol, sampai harus berutang sana-sini. "Untungnya, sama dokter, biayanya boleh dicicil," katanya.

Kini, dengan adanya KJS, Mulyati dan jutaan warga kurang mampu di Jakarta berharap, biaya hidup bisa berkurang bila ada anggota keluarga yang sakit.




Editor: M. Amin
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)