Jumat, 16 November 2012

Sering berpelukan mampu kurangi risiko penyakit jantung

Sering berpelukan mampu kurangi risiko penyakit jantung
Ilustrasi berpelukan. ©2012 Shutterstock/Yuri Arcurs

"Pengalaman emosional yang positif seperti berpelukan membuat reaksi biokimia dan psikologi meningkat." 
- Dr Jan Astrom
Sekali atau dua kali berpelukan dalam sehari dianggap lebih efektif daripada makan sebuah apel untuk menjaga kesehatan. Sebab peneliti menyebutkan sering berpelukan mampu menurunkan risiko penyakit jantung, mengurangi gejala stres dan depresi.
Seperti yang dilansir dari Daily Mail, sepuluh detik berpelukan dianggap cukup untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Peneliti tepatnya menyebutkan bahwa pelukan membuat hormon oxytocin meningkat dan hormon pemicu stres, cortisol, otomatis menurun.
"Pengalaman emosional yang positif seperti berpelukan membuat reaksi biokimia dan psikologi meningkat," tutur Dr Jan Astrom, kepala peneliti yang melaporkan hasil studi dalam jurnal Comprehensive Psychology.
Penelitian berikutnya juga menemukan bahwa 10 detik berpelukan membuat hormon dalam tubuh pria dan wanita berusia 20-49 meningkat drastis, terutama oxytocin.
Oxytocin sendiri dikeluarkan oleh tubuh selama masa persalinan dan ibu menyusui karena merangsang keluarnya ASI. Sampai saat ini, fungsi utama oxytocin yang ditemukan hanya itu.
Namun penelitian semakin berkembang pesat dan menunjukkan ada banyak efek samping dari oxytocin. Misalnya membunuh stres dan meningkatkan kepercayaan.
Lantas apa hubungan berpelukan dengan produksi oxytocin? Peneliti menjelaskan kulit manusia terdiri dari jaringan kecil yang memiliki indra perasa dan berhubungan dengan otak melalui saraf vagus. Saraf vagus juga terhubung ke sejumlah organ, termasuk jantung, dan reseptor oxytocin.
Salah satu teori pun menyebutkan bahwa rangsangan terhadap saraf vagus memicu produksi oxytocin yang bermanfaat bagi kesehatan. Jadi tunggu apa lagi, ayo peluk orang-orang tersayang di sekeliling Anda!

Editor: Mia Novilia
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

1 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)