Sabtu, 10 November 2012

Keluarga Ahmadinejad tetap hidup sederhana

Keluarga Ahmadinejad tetap hidup sederhana
Mahmud Ahmadinejad dan istrinya Azam Sadat Farahi. china.org.cn ©2012 Merdeka.com

"Mereka harus tahu, itu bukan milik keluarga kami. Itu milik rakyat. Suatu hari kami harus mempertanggung jawabkannya."
- Mahmud Ahmadinejad
Begitu kagumnya Mahmud Ahmadinejad dengan sosok istrinya, Azam Sadat Farahi, hingga dia mau menukar dunia agar sang istri selalu tersenyum.
Kecintaan presiden Iran ini ternyata bukan hanya pada sang istri. Dia dikenal sangat perhatian pada keluarga meski banyaknya urusan yang harus dikerjakan selaku pimpinan Negeri Mullah.

Pernikahan Ahmadinejad dengan Farahi dikaruniai tiga anak, satu perempuan dan dua lelaki, yakni Fatimah, Mahdi, dan Alireza.

Meski mengaku cinta pada ketiga buah hatinya, Ahmadinejad menanamkan sikap sederhana dan rendah hati. Dia memang presiden Iran. Bukan berarti anak-anaknya bebas memakai fasilitas negara untuk kesenangan mereka. Seluruh darah dagingnya tidak diijinkan sepeser pun untuk menggunakan mobil, rumah, listrik, maupun fasilitas dibiayai rakyat. "Mereka harus tahu, itu bukan milik keluarga kami. Itu milik rakyat. Suatu hari kami harus mempertanggung jawabkannya," ujar Ahmadinejad seperti dilansir ynetnews.com. 

Anak-anak Ahmadinejad paham betul prinsip sang ayah. Mereka pun mengikuti dengan taat setiap ajaran baik ditularkan oleh orang tuanya. Kesederhanaan ini terlihat pula ketika presiden Iran itu menikahkan anaknya, Alireza.

Aslinya pernikahan itu tidak banyak publikasi. Namun salah seorang tamu bernama Javad Matin mengunggah foto-foto pernikahan Alireza dengan seorang perempuan yang ayahnya masuk dalam daftar tentara Garda Iran.

Pernikahan pada 2011 itu jauh dari kata mewah untuk ukuran anak presiden. Biayanya hanya Rp 2,9 juta dan tamu diundang kurang dari 200 orang. Acaranya hanya digelar di halaman istana kepresidenan. Pernikahan sakral itu diisi dengan pengajian dan doa bersama. Tidak ada kemeriahan musik, pelaminan megah, dan lain-lain disebut Ahmadinejad sebagai pemborosan.

Biasanya acara melibatkan orang nomor wahid selalu dijaga ketat aparat keamanan. Tapi Ahmadinejad menolak bantuan kepolisian setempat untuk bersiaga selama acara berlangsung. Tidak nampak pula penutupan atau pengalihan arus jalan-jalan seperti dilakukan para pejabat di Indonesia. Ahmadinejad mengatakan, polisi bertugas melayani seluruh masyarakat dan untuk kebutuhan penting, bukan malah jadi satpam pernikahan.

Selain mengajarkan kesederhanaan, Ahmadinejad juga mendidik agar ketiga buah hatinya bertanggung jawab, termasuk dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Dia mengaku merestui apapun pilihan sang anak, bahkan bila mereka berkencan dengan Yahudi sekalipun.

Dia mengungkapkan banyak orang Yahudi tinggal di Iran dan hubungan dengan etnis lain berlangsung mulus. Bahkan, dia menambahkan sejumlah muslim menikahi orang Kristen atau Yahudi. "Kami tidak mempunyai persoalan mengenai itu," ujarnya, seperti dilansir the Daily Telegraph beberapa waktu lalu.

Editor: Essy Margaretha
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)