Jumat, 23 November 2012

Dihina, Rumor laporkan Farhat Abbas dan Ribas



 "Saya masuk label Ribas, adiknya Farhat. Saya keluar dari manajemen karena nggak tenang, label kemarin nggak ada kontrak dan royalti bahkan dari lagu Butiran Debu."
Rija Abbas 
Pengacara Farhat Abbas dan adiknya Ribas, dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Jakarta. Keduanya dianggap telah melakukan penghinaan terhadap penyanyi lagu Butiran Debu, Rija Abbas alias Rumor.
"Sekarang saya melaporkan Farhat dan Ribas, karena merasa terzalimi karena dikata-katain, salah saya apa. Maunya baik baik saja tapi masih dikata-katain. Saya dari kampung mau berkarir di Jakarta mau cari uang juga, kok dikata-katain gitu. Keluarga saya merasa terganggu. Masa, saya dikatain banci got, dan lain-lain," ujar Rija saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (23/11).
Rija sendiri datang dengan ditemani kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, Ramdhan Alamsyah dan Suhendra Asido Hutabarat. Rija mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa dirinya dihina seperti itu. Namun, ada pihak yang menyebut jika disebabkan penggunaan nama Rumor.
"Nggak tahu juga sih karena memang permasalahkan nama Rumor. Saya pertama, Rumor itu maunya dijadikan band di Indonesia. Tapi karena sudah rekaman solo jadi lari ke saya dulu. Nggak apa-apa dong saya pakai, di jalan-jalan saya pakai orang kenalnya dengan Rumor," ujarnya.
Selain itu, Rija juga menduga jika hal ini dikarenakan dirinya yang memilih keluar dari label milik adik Farhat. "Saya masuk label Ribas, adiknya Farhat. Saya keluar dari manajemen karena nggak tenang, label kemarin nggak ada kontrak dan royalti bahkan dari lagu Butiran Debu," pungkasnya. 


Editor: Nina Kirana
Sumber :

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

1 komentar:

  1. Farhat, pokrol bambu kampungan, keparat.

    BalasHapus

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)