Sabtu, 17 November 2012

Di Gunadarma Dahlan ngaku pernah DO


"Bukan karena tidak mampu tapi karena kita tidak mau. Begitu kita mau kita bisa. Seperti saya, tidak masuk akal saya dulu jadi dirut PLN. Saya hanya lulusan madrasah. Sempat perguruan tinggi tapi DO tidak masuk akal."
-  Dahlan Iskan
Menteri BUMN Dahlan Iskan bercerita mengenai filosofi hidupnya dihadapan para mahasiswa Gunadarma, Depok, Jawa Barat. Dia mengaku hanya lulus madrasah dan sempat kuliah namun drop out (DO), dan akhirnya bisa menjadi Menteri.
Dahlan mengaku tidak percaya dengan jabatan sekarang yang diembannya, namun Dahlan yakin ketika ada kemauan pasti ada jalan.
"Bukan karena tidak mampu tapi karena kita tidak mau. Begitu kita mau kita bisa. Seperti saya, tidak masuk akal saya dulu jadi dirut PLN. Saya hanya lulusan madrasah. Sempat perguruan tinggi tapi DO tidak masuk akal," ungkap Dahlan dalam seminar di Gunadarma, Depok, Sabtu (17/11).
Setelah menjadi dirut PLN, Dahlan pun diminta oleh Presiden SBY untuk menjadi Menteri BUMN. Dahlan mengaku sempat menolak untuk menjadi menteri karena menurutnya dirinya tidak pantas menjadi menteri. Namun karena Presiden yang meminta, Dahlan pun tidak bisa menolak dengan satu komitmen.
"Saya lebih baik tidak jadi Menteri kalau saya tidak melakukan apa apa. Saya mau bersih bersih BUMN," katanya Dahlan.
Dari tekadnya tersebut, saat ini Dahlan harus berhadapan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena kasus BUMN terkait dengan DPR. Dahlan mengakui dulunya BUMN itu dikenal dengan sarangnya korupsi, bahkan waktu dia menjabat sebagai PLN.
"Saya mau bersih bersih, namun korupsi itu selain berasal dari dalam korupsi itu ada juga yang dirangsang dari luar. Niat saya hanya bersih bersih halaman saya, tapi sampahnya ada mencela keluar ya sudahlah," ucap Dahlan.


Editor: Gurun Ismalia
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)