Tanda-tanda Gaya Hidup dan Keuangan Tak Seimbang

Kamis, Juli 05, 2012 , 0 Comments



Ilustrasi perempuan sedang menyusun keuangan.
Ilustrasi perempuan sedang menyusun keuangan. (sumber: Corbis/Visualphotos)
Kegiatan merencanakan keuangan seharusnya dijadikan kebiasaan dan keharusan untuk mengetahui alurnya. 

Meski sudah bekerja bertahun-tahun, angka gaji sebenarnya di atas rata-rata tetapi entah mengapa tetap saja kurang, tagihan tak kunjung berakhir, dan tabungan pas-pasan, maka ada kemungkinan gaya hidup dan keuangan Anda tak seimbang.

Berikut ini adalah tanda-tanda untuk diwaspadai dan tips untuk menyeimbangkan gaya hidup:

1. Tak jelas berapa yang sudah dikeluarkan
Mengetahui secara pasti pemasukan dan pengeluaran keuangan adalah suatu keharusan, seberapa pun penghasilan Anda. 

Begitu Anda mengetahui ke mana alur keuangan, Anda bisa mengambil tindakan-tindakan korektif untuk memperbaiki masalah pada keungan. 

2. Menghabiskan 20 persen dari pemasukan untuk belanja
Bila Anda terbiasa menghabiskan setidaknya 20 persen dari pemasukan untuk belanja dan kesenangan sementara, sebaiknya mulai waspada. 

Bila Anda memang benar-benar suka berbelanja, maka sisihkan dana setidaknya 5 persen dari gaji sejak awal untuk memuaskan keinginan untuk berbelanja. 

Jangan biasakan untuk menghabiskan kuota dana untuk berbelanja itu di awal bulan. Biasakan untuk berbelanja di akhir bulan, ketika Anda sudah melihat barang-barang di berbagai tempat dan selesai membandingkan barang-barang tersebut dari satu tempat ke tempat lain. Ikuti pula berita-berita diskon dan upayakan untuk mencatat tanggal-tanggal dan barang-barang diskon. Berupaya hemat tak ada salahnya, kan? 

3. Makan di restoran lebih dari 10 kali dalam sebulan
Makan terlalu sering di restoran, terutama yang harganya di atas rata-rata benar-benar bisa memberatkan keuangan. Di luar harga makanan yang mahal, akan ada tambahan beban pajak, beban pelayanan, dan sebagainya yang akan menambah pengeluaran. Upayakan untuk mengatur keuangan dengan memasak sendiri makanan Anda. Selain itu, memasak dan merencanakan sendiri menu makanan, Anda juga bisa mengatur kalori yang Anda asup sehari-hari. 

4. Tak punya asuransi kesehatan atau jiwa
Bila Anda tidak memiliki pemasukan tetap, asuransi kesehatan adalah hal yang penting, karena beberapa hari diopname di rumah sakit saja bisa menghabiskan banyak uang. 

Asuransi kesehatan akan lebih dibutuhkan bila Anda memiliki tanggungan, seperti anak, orangtua, atau lainnya. Jadi, upayakan untuk mengambil asuransi kesehatan dan/ jiwa untuk memproteksi diri dan keluarga. Tak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. 

5. Sebanyak 15 persen gaji habis untuk biaya transportasi
Bila Anda sehari-hari bepergian menggunakan alat transportasi umum, cobalah hitung total pengeluaran yang perlu disiapkan untuk biaya transportasi itu dalam sebulan. 

Biaya transportasi dalam sebulan bisa menjadi pengeluaran yang sangat menguras. Pertimbangkan alternatif lain bila ternyata biaya transportasi Anda dalam sebulan bisa mencapai atau melebihi 15 persen dari gaji sebulan. 

6. Hanya sedikit sisa dari gaji per bulan
Menjelang akhir bulan Anda kerap menunggu tanggal gajian berikut untuk bisa bertahan hidup. Amat umum bagi keuangan Anda untuk mengalami masalah kekurangan uang sebelum tanggal gajian berikutnya. 

Setelah pengeluaran harian, pembayaran tagihan bulanan, dan investasi, seharusnya Anda memiliki setidaknya sisa uang sebesar 8-10 persen untuk digunakan sebagai dana darurat atau tabungan. Bila tak ada sisa dana itu di akhir bulan, Anda patut mempertimbangkan kembali pengeluaran yang tak krusial.  

7. Tak ada dana darurat
Tabungan atau dana darurat umumnya berisi dana sejumlah total 3-6 bulan dari gaji bulanan. Dana darurat ini seharusnya bisa membantu Anda bertahan hidup seandainya terjadi hal-hal yang tak diinginkan atau ada kejadian luar biasa, seperti perbaikan rumah yang perlu disegerakan, biaya pengobatan dadakan, atau pemecatan. Bila tak memilikinya, apa rencana Anda bila terjadi tragedi? Cobalah untuk menyisihkan dana secukupnya setiap bulan hingga cukup. 

8. Tak suka perencanaan keuangan
Merencanakan keuangan adalah bagian penting dari kehidupan harian. Jadi, cobalah untuk merencanakan keuangan bulanan, termasuk menyeimbangkan pengeluaran, pemasukan, perencanaan untuk belanja, bepergian, dan sebagainya. Tak ada salahnya bila sesekali perhitungan meleset dan lebih dari perkiraan, namun jangan sampai menjadi kebiasaan. 

9. Tak ada investasi
Bila Anda tidak terbiasa menyisihkan 20 persen dari gaji untuk investasi maka sebaiknya mulai segera. Konsultasikan dengan perencana keuangan untuk membantu memilih instrumen finansial terbaik Anda. Menabung dan berinvestasi harus dibuat semenarik mungkin. 

10. Ada banyak tagihan kartu kredit tak terselesaikan
Hidup dalam hutang adalah hal yang akan menggerogoti finansial Anda di masa depan. Jadi, upayakan untuk menyelesaikan segala tagihan yang sudah melewati batas. Bila Anda sering tergoda untuk berbelanja karena adanya kartu kredit, cobalah untuk memasang batas kartu kredit pada jumlah yang minim atau jangan dibawa bila akan berbelanja. 

Berita Davina

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Google+ Followers

Tentang DaVinaNews.com

Davinanews.com Diterbitkan oleh Da Vina Group Davinanews.com adalah situs berita dan opini yang memiliki keunggulan pada kecepatan, ketepatan, kelengkapan, pemilihan isu yang tepat, dan penyajian yang memperhatikan hukum positif dan asas kepatuta Davinanews.com memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk berinteraksi. Pada setiap berita, pembaca bisa langsung memberikan tanggapan. Kami juga menyediakan topik-topik aktual bagi Anda untuk saling bertukar pandangan. Davinanews.com menerima opini pembaca dengan panjang maksimal 5.000 karakter. Lengkapi dengan foto dan profil singkat (beserta link blog pribadi Anda). Silakan kirim ke email: davinanews@yahoo.com.