Rapor Peserta Euro 2012

Kamis, Juli 05, 2012 0 Comments



Pangeran Siahaan
Sekolah singkat musim panas bernama Euro 2012 telah usai setelah di hari terakhir, siswa unggulan Spanyol berhasil mengalahkan Italia. Apa yang dilakukan setelah hari terakhir sekolah? Tentu saja bagi-bagi rapor.

Berikut rapor dari 16 siswa peserta sekolah musim panas Euro 2012 di Ukraina dan Polandia. Tentu saja Anda bisa mempunyai penilaian yang berbeda, tapi di kolom ini, saya kepala sekolahnya. Bila para wali siswa berkeberatan, silakan memberi penilaiannya sendiri di kolom komentar.

Polandia
Selalu mengecewakan menyaksikan tuan rumah harus tersingkir di babak awal, terlebih Polandia adalah unggulan di grupnya. Di lain sisi, tak banyak yang bisa dilakukan Polandia selain berharap pada Robert Lewandowski. Gol Jakub Blaszczykowski adalah salah satu yang terbaik sepanjang turnamen.
Nilai: 6

Republik Ceska
Dibantai di partai pertama, finis sebagai juara grup. Hal-hal semacam ini yang membuat turnamen menjadi seru. Tim Republik Ceska 2012 ini sama sekali tak punya kekuatan seperti Ceska tahun 2004. Bahkan apa yang dilakukan Milan Baros di atas lapangan selain berlari pun tak jelas. Melaju ke perempatfinal tergolong hebat.
Nilai: 6,5

Rusia
Salah satu kekecewaan terbesar sepanjang turnamen. Semua orang mengira usai menghajar Rep. Ceska, Rusia akan melaju seperti Tentara Merah di tahun 1995. Mereka tampak menganggap enteng pertandingan melawan Yunani dan akibatnya sangat fatal. Yang bersinar dari Rusia adalah Alan Dzagoev yang akan menjadi incaran klub-klub besar Eropa tak lama lagi.
Nilai: 6

Yunani
Kembali mengejutkan semua orang dengan melaju ke perempatfinal setelah memarkir pilar-pilar Panthenon di depan gawang dan mengalahkan Rusia 1-0. Yunani bermain hebat dengan 10 orang selama babak kedua saat melawan Polandia. Dimitris Salpangidis adalah pemain paling impresif dari Yunani bersama Giorgos Karagounis. Tim ini bahkan mencetak 2 gol ke gawang Jerman.
Nilai: 7

Jerman
Tim paling menghibur dan paling menyerang sepanjang turnamen yang sayangnya juga menjadi kelemahan mereka. Mereka adalah favorit para penonton netral yang seharusnya bisa berbicara lebih banyak. Jogi Low terkena getah dari kesalahan taktiknya saat melawan Italia, tapi prospek tim ini begitu besar. Dunia dikenalkan dengan Marco Reus dan Mats Hummels dalam turnamen ini. Tim ini akan lebih matang di masa mendatang.
Nilai: 8

Portugal
Seiring bersinarnya Cristiano Ronaldo, Portugal berhasil melaju ke semifinal sebelum terhenti di tangan Spanyol. Bersama Nani di sisi sayap satunya lagi, Portugal mempunyai lini sayap paling menakutkan sepanjang Euro 2012. Sayangnya ketiadaan striker yang mumpuni seperti tahun-tahun sebelumnya kembali berpengaruh besar dalam permainan Portugal. Selain Ronaldo, Joao Moutinho dan Fabio Coentrao juga tampil cemerlang.
Nilai: 7,5

Denmark
Tampil mengejutkan dengan mengalahkan Belanda di partai pembuka dan hampir saja berhasil memetik hasil imbang dari ketinggalan 2 gol saat melawan Portugal. Denmark tidak beruntung saat melawan Jerman tapi berhasil memberi penampilan yang solid sepanjang turnamen. Satu hal yang kita pelajari, Nicklas Bendtner selalu bermain dalam level yang berbeda bersama tim nasional. Ia tak seburuk yang kita kira.
Nilai: 7

Belanda
Performa Belanda sepanjang Euro 2012 adalah sebuah bencana tidak hanya bagi pemain tapi bagi para penggemar. Digadang-gadang sebagai kandidat juara, Belanda mengakhiri turnamen secara prematur dengan nilai 0. Kekalahan dari Denmark di awal laga benar-benar memukul kepercayaan diri para pemain Belanda dan mereka tak pernah pulih. Mengingat kualitas pemain yang mereka miliki, performa Belanda di turnamen ini akan diingat sebagai salah satu titik terburuk dalam sejarah sepak bola mereka.
Nilai: 5

Spanyol
Juara. Tidak kebobolan selama fase knock-out, rekor yang mereka pertahankan sejak Euro 2008. Mereka yang bilang Spanyol membosankan akan tercekat diam seperti preman terminal yang baru ditampar tentara setelah melihat pertandingan final. Turut berduka cita untuk para pembenci tim nasional Spanyol.
Nilai: 9,5 (nilai dikurangi 0,5 karena tidak mengizinkan John Terry untuk turut mengangkat Piala)

Italia
Tim yang paling mengesankan sekaligus mengejutkan selama kejuaraan ini. Cesare Prandelli berhasil mengubah stereotipe sepak bola Italia selama ini dan menghasilkan sebuah skema permainan yang begitu nikmat disaksikan. Turnamen ini akan dikenang sebagai turnamen-nya Andrea Pirlo dan merupakan pemandangan yang memilukan melihat Pirlo berada di sisi yang kalah dan menangis usai partai final melawan Spanyol. Dua gol Mario Balotelli melawan Jerman juga akan lama tinggal dalam memori para pecinta sepak bola. Oh, dan tendangan Panenka dari Pirlo...woof.
Nilai: 8,5

Kroasia
Kroasia hanya kekurangan 1 gol saat melawan Spanyol untuk lolos ke perempatfinal dan mereka bisa mengganggap bahwa keberuntungan berpaling ketika mereka tidak diberikan penalti. Mereka sanggup merepotkan Italia dalam partai yang berakhir imbang dan Mario Mandzukic memperkenalkan dirinya pada khalayak yang lebih luas. Ia bahkan langsung dikontrak Bayern Muenchen saat turnamen sedang berlangsung.
Nilai: 7

Republik Irlandia
Para suporter Irlandia yang bernyanyi tanpa henti jauh lebih mengesankan dari 11 orang berpakaian hijau yang berlari tanpa arah di atas lapangan. Tapi apa yang bisa diharapkan dari tim nasional yang bek tengah utamanya, Sean St Ledger, tidak bermain di divisi teratas? Kebobolan cepat dalam 2 pertandingan pertama menyebabkan Giovanni Trappatoni tak bisa menerapkan strategi ultra defensifnya yang meloloskan Irlandia ke Euro ini. Salahkan Shay Given.
Nilai: 4,5

Inggris
Menjuarai grup sudah merupakan prestasi yang hebat bagi Roy Hodgson dan Inggris karena bila sebelum turnamen ada yang mengatakan demikian, mereka akan menggelengkan kepala. Tersingkir di perempatfinal karena adu penalti adalah sesuatu yang Inggris sekali. Tak ada yang suka permainan defensif Inggris, tapi Joe Hart adalah salah satu kiper terbaik sepanjang turnamen dan gol Danny Welbeck juga mengesankan.
Nilai: 7

Prancis
Bukan turnamen terbaik yang pernah dijalani Prancis tapi akhirnya mereka bisa lolos ke fase knock-out setelah bahkan gagal memetik kemenangan dalam dua turnamen besar terdahulu. Kubu Prancis kembali melakukan hobinya untuk gontok-gontokan sendiri setelah Samir Nasri dan Hatem Ben Arfa berseteru, mengecewakan. Setidaknya tak ada yang dipulangkan paksa kali ini seperti Nicolas Anelka tahun 2010.
Nilai: 6,5

Ukraina
Selain momen hebat terakhir Andriy Shevchenko saat melawan Swedia, tak terlalu banyak yang bisa dilakukan Ukraina. Mereka bisa protes karena gol mereka melawan Inggris tidak disahkan, tapi pada akhirnya Ukraina berada di tempat yang tepat.
Nilai: 6

Swedia
Sangat disayangkan mereka lengah saat partai pertama dan harus kalah dalam partai berikutnya sehingga otomatis tersingkir, terlebih saat akhirnya Zlatan Ibrahimovic bisa mengopi performanya di level klub bersama tim nasional. Gol tendangan guntingnya ke gawang Prancis adalah juga kandidat gol terbaik sepanjang turnamen.
Nilai: 6,5


Pangeran Siahaan
Pecinta Sepak Bola

Berita Davina

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Google+ Followers

Tentang DaVinaNews.com

Davinanews.com Diterbitkan oleh Da Vina Group Davinanews.com adalah situs berita dan opini yang memiliki keunggulan pada kecepatan, ketepatan, kelengkapan, pemilihan isu yang tepat, dan penyajian yang memperhatikan hukum positif dan asas kepatuta Davinanews.com memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk berinteraksi. Pada setiap berita, pembaca bisa langsung memberikan tanggapan. Kami juga menyediakan topik-topik aktual bagi Anda untuk saling bertukar pandangan. Davinanews.com menerima opini pembaca dengan panjang maksimal 5.000 karakter. Lengkapi dengan foto dan profil singkat (beserta link blog pribadi Anda). Silakan kirim ke email: davinanews@yahoo.com.