Kamis, 03 April 2014

Survei Polcomm: Jokowi, Prabowo, Aburizal Tiga Besar Capres

Joko Widodo (kiri), Prabowo Subianto (tengah), dan Aburizal Bakrie (kanan). (Foto: KOMPAS.com)

Survei "Potret Elektabilitas, Capres-Cawapres dan Mencari Sosok Cawapres Ideal" yang dilakukan Political Communication Institute menempatkan bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo sebagai kandidat capres dengan elektabilitas tertinggi. Jokowi dipilih oleh 31,2 persen responden. Menyusul di belakangnya, bakal capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto (19,2 persen) dan bakal capres dari Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie (6,3 persen). 

"Jokowi masih yang tertinggi," ujar Direktur Political Communication Institute Heri budianto, saat memaparkan hasil survei lembaganya, di Jakarta, Kamis (3/4/2014).

Heri mengatakan, berdasarkan survei, yang menjadi magnet kuat bagi elektabilitas Jokowi adalah seringnya dia melakukan blusukan, tampil sederhana, dan bicara apa adanya. Sementara, Prabowo dinilai karena visinya yang ingin menciptakan Indonesia yang lebih kuat. Adapun Aburizal, menurut Heri, dipilih responden karena latar belakangnya sebagai seorang pengusaha dan mantan menteri.

Cawapres Jokowi, Prabowo, dan Aburizal

Sementara itu, mengenai akseptabilitas calon wakil presiden, disurvei sejumlah nama yang dipandang cocok untuk menjadi pendamping Jokowi, Prabowo, dan Aburizal.

Untuk Jokowi, Wakil Presiden 2004-2009 Jusuf Kalla dinilai memiliki akseptabilitas terbaik dengan 14,9 persen. Sementara di urutan kedua dan ketiga adalah Irman Gusman 11,1 persen dan Mahmud MD 10,3 persen. Menurut Heri, responden menilai Jusuf Kalla memiliki pengalaman pemerintahan dan memahami masalah ekonomi, serta respons cepat dalam mengambil keputusan.

Adapun, untuk cawapres Prabowo, nama yang muncul adalah Priyo Budi Santoso dengan 18,5 persen, Dahlan Iskan 13,6 persen, dan Jusuf Kalla 10,4 persen.

Menurut Heri, responden menilai Priyo Budi Santoso adalah tokoh muda, dan berpengalaman d ibidang politik.

Sedangkan Cawapres yang dinilai cocok mendampingi Aburizal Bakrie, menurut responden, adalah Pramono Edhie dengan 12,6 persen, Dahlan Iskan 11,4 persen, dan Ali Masykur Musa 10,3 persen.

"Responden menilai, Pramono yang merupakan mantan Militer, dan juga berasal dari Jawa, cocok dengan Aburizal yang berasal dari sipil dan bukan orang Jawa," ujar Heri.

Adapun, untuk elektabilitas partai, Heri menyebutkan, responden memilih PDI-P (23,1 persen), diikuti Partai Golongan Karya dengan 17,3 persen, dan Partai Gerindra dengan 7,7 persen. Heri mengatakan, berdasarkan hasil survei, PDI-P mampu meraih elektabilitas tertinggi karena sudah mencalonkan Joko Widodo sebagai calon presiden PDI-P.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden di 33 propinsi. Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka kepada responden, pada tanggal 19 Maret-29 Maret 2014 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error sebesar 2,9 persen.


Sumber : KOMPAS.com
Editor : Mas Yudi Dua

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)