Kamis, 03 April 2014

Hasil Survei Charta Politika PPP Paling Disukai Publik

Ilustrasi 
Berdasarkan survei yang dilakukan Charta Politika Partai Demokrat (PD) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi dua partai utama yang paling tak disukai masyarakat. 

Sebanyak 17,1 persen responden memilih Partai Demokrat sebagai partai yang paling tak disukai. Sedang PKS di tempat kedua dengan 8,5 persen.

Partai Golkar di tempat ketiga dengan 6,6 persen responden, diikuti PDIP dengan 4,9 persen, PKPI 4,1 persen. Selanjutnya Partai Nasdem dengan 2,7 persen, PBB dengan 2,4 persen, Partai Gerindra 2,1 persen, PKB 1,9 persen, PAN 1,7 persen, Hanura 1,3 persen, dan PPP 1 persen.

Responden yang tidak menjawab adalah 45,8 persen. Wasekjen PD, Saan Mustopa, menyatakan hal itu sebagai akibat dari ruang opini publik bersifat negatif yang terlalu besar ke PD.

"Ini tak terlepas sebagai konsekuensi Partai Demokrat sebagai the ruling party. Partai penguasa pasti dapat perhatian lebih besar dibanding parpol lain. Sekecil apapun itu pasti diperhatikan. Nah ini yang mengisi ruang opini publik," kata Saan.

Survei itu dilakukan dengan metode wawancara tatap muka, dengan populasi responden adalah WNI yang telah mempunyai hak pilih di pemilu (telah berusia 17 tahun ke atas) sebanyak 1.200 responden.

Margin of error penelitian adalah plus minus 2,83 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara acak dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat dengan memperhatikan karakter urban/rural, dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi. Quality control dilakukan dengan mewawancara ulang responden yang dipilih secara random sebesar 20 persen.



Editor : Mas Yudi Dua

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)