Rabu, 24 April 2013

Inilah Kartini 2013

Angkie Yudistia. (Foto : AngkieYudistia.com)

Kartini Next Generation Award 2013 yang berlangsung di Hotel Bidakara, 
Jakarta, Senin (22/4/2013) ini merupakan kerja bareng KemenKominfo 
(Komunikasi dan Informasi) dan Kemen PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak). Ini merupakan kali ketiga, dua kementerian itu 
menyelenggarakan kegiatan bersama setelah tahun 2012 lalu sukses 
menggelar kegiatan yang sama (“Kartini Next Generation Award 2012″) 
dan “Peran Ibu di Era Digital” pada peringatan Hari Ibu 2012.

Perempuan, inovasi dan teknologi, kini menjadi hal yang tak terpisahkan. 
ICT (information, communication & technology) tidak saja digunakan 
untuk menyampaikan hal yang remeh-temeh melainkan juga bisa 
mengembangkan kreatifitas dan produktiftas, dalam penyebaran dan 
penyampaian pesan-pesan yang cepat, luas dan efektif.

Mobile phone, blackberry, jaringan media-media sosial menjadi salah satu 
‘alat kerja’ untuk berkarya bahkan berprestasi, yang tentunya 
menghasilkan pendapatan bagi keluarga. Di samping kodrat perempuan 
sebagai ibu rumah tangga tidak ditinggalkannya.

Setelah menjaring puluhan perempuan muda Indonesia berusia 20-40 tahun 
yang mampu memberikan kontribusi nyata dan memberikan pembaharuan 
di bidangnya masing-masing, terpilihlah 6 perempuan yang memperoleh 
penghargaan Kartini Next Generation Award 2013 ini. 

Mereka adalah:

1. Septi Peni Wulandani (39 tahun) 
Penemu konsep berhitung Jarimatika. 
Inspiring women in ICT for education.

Di tahun 1996 Septi memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya 
sebagai PNS di Semarang dan ikut suami tinggal di Jakarta. 
Mulailah ia menjadi ‘ibu rumah tangga professional’ yang turut 
menambah penghasilan keluarganya dengan berdagang baju. 
Dari menggelar dagangannya di arisan ibu-ibu ataupun bazaar masjid. 
Terkadang ia menggelar lapak dagangannya tak jauh dari rumah kontrakannya. 
Itu semua dilakukannya dengan tetap sambil mengasuh anaknya.

Sampai akhirnya ia berhasil menciptakan metode berhitung Jarimatika 
untuk anak-anaknya sendiri. Setelah itu Septi mengajarkan konsep tersebut 
kepada anak-anak tetangganya. Terjadinya perubahan yang baik pada kemampuan berhitung anak-anak tetangganya, membuat ibu-ibu mereka pun ingin ikut belajar Jarimatika.

Tahun 2005 ada penerbit yang menawarkan untuk membuat buku 
Jarimatika tersebut. Ternyata banyak pembaca yang minta dilatih. 
Lalu diadakanlah pelatihan untuk para pembaca buku Jarimatika.

Tidak berhenti sampai situ, setelah para peserta pelatihan mahir 
dengan Jarimatika, mereka ingin membuka kursus, menyulap garasi rumahnya, 
ruang tamunya yang kecil menjadi tempat kursus. Perkembangan terus terjadi. 
Semakin banyak yang berminat untuk membuka kursus Jarimatika.

Septi mulai mematenkan hak cipta Jarimatika dan mengembangkan bisnis franchisekursusnya. Kini tempat kursus Jarimatika sudah mencapai 
450 gerai di 112 kabupaten/kota dari Sabang hingga Manokwari.

Selain itu Septi juga mengembangkan metode belajar Jari Quran, 
Abaca-baca, Nirmana, Komunitas Cantrik, School of life, dan Ibu Profesional.

Penghargaan-penghargaan yang diraih sebelumnya:
1. Ibu Teladan Versi Majalah UMMI 2004
2. Pemenang Danamon Award 2006 sebagai “Individu Pemberdaya Masyarakat”
3. Inovator Sosial pilihan Pasca Sarjana FISIP UI th 2006
4. Ashoka Fellowship 2007, sebagai “Woman of Enterpreneur”
5. Tokoh Pilihan Majalah Tempo 2007 sebagai “10 Tokoh yang Mengubah Indonesia”
6. Penghargaan Menpora 2007 sebagai “20 Pemuda 
yang Mengukir Prestasi”
7. Nominator International Enterpreuner of the Year 
dari Ernst and Young tahun 2007
8. Tokoh Pendidikan Kesetaraan, ASAHPENA 2008
9. Ikon 2008 bidang IPTEK versi majalah Gatra 2008
10. Inspiring Women Award 2008
11. Kartini Award, versi majalah Kartini, 2009


2. Stefanie Kurniadi (24 tahun) 
Inspiring women in ICT for enterpreneur

Saat masuk semester keempat perkuliahan di Fakultas Teknik 
Jurusan Arsitektur, Universitas Katolik Parahyangan, 
Stef bersama teman-temannya mendirikan bisnis 
di bidang brand dan marketing, Creasionbrand. 
Bisnisnya fokus pada layanan Marketing Consultant. 
Kala itu ia sebagai junior art creative. 
Enam tahun kemudian Stef memimpin Creasionbrand 
sebagai Direktur Perencana Strategis.

Lalu Stef melanjutkan pendidikan ke Magister Manajemen 
di kampus yang sama. Bisnisnya kemudian berkembang pada 
Dixgital yang bergerak di layanan Online Marketing.

Hobi kuliner dan traveling-nya, ia tuangkan dalam 
www.ceritaperut.blogspot.com .

Achievements:
1. Pemenang Young Caring Professional Award 2010, Martha Tilaar.
2. Indonesia Young Woman Future Business Leader, Majalah SWA 2011
3. Finalis termuda dalam Kompetisi Wanita Karir BII, Femina.
4. Top 10 International Young Creative Enterpreneur 2012 
di sektor Design & Fashion, British Council

Buku : 
“Menciptakan Penjualan Melalui Social Media”, 
Gramedia Elex Komp, 2011.

3. Nila Tanzil (35 tahun) 
Inspiring women in ICT for community development.

Lulusan Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, 
jurusan Hubungan Internasional ini pada tahun 1999 
memulai karirnya di bidang pasar modal dengan bergabung di 
Paramita Alfa Sekuritas, sebagai bond sales. 

Tiga setengah tahun kemudian, pada 2002, 
Nila memutuskan pergi ke Belanda guna melanjutkan studi 
dibidang komunikasi. Lalu tahun 2004, 
Nila kembali ke Indonesia dan bekerja di perusahaan 
konsultan Public Relations, Maverick.

Pada 2008, dia terjun kembali menjadi bond sales di pasar modal 
dengan BGC International Singapore. Setahun berselang, 2009, 
Nila kembali banting stir menjadiCommunication Consultant 
di The Nature Conservancy Taman Nasional Komodo, Flores.

Di sanalah la melihat akses anak-anak Flores untuk mencicipi 
pendidikan sangat terbatas. Maka, pada Desember 2009, 
Nila membuka taman bacaan Pelangi pertama di Roe, 
Nusa Tenggara Timur. Dan kini, perempuan penyuka olah raga selam 
(scuba diving) ini telah mendirikan 25 taman bacaan 
di Indonesia bagian timur seperti di Flores, Atambua, Makassar, 
Lombok Timur, Sumbawa, dan Maluku.


4. Adiska Fardani, 
Inspiring women in ICT for creative media.

Perempuan muda lulusan Teknik Informatika ITB ini bersama 3 rekannya, 
sukses dalam mendirikan NoLimit (http://nolimitid.com), 
yang meraih juara ketiga di Startup Arena 2012 tingkat Asia, Tech In Asia.

Mereka menciptakan tool yang bisa menganalisis secara detail 
semua aktivitas di jejaring sosial. Tool ini tidak dapat disediakan 
oleh agensi mana pun. Mereka menciptakan peranti cerdas untuk 
memonitor dan menganalisis media sosial yang disebut 
Social Media Monitoring & Analytics tool.

Singkatnya, peranti yang mereka ciptakan adalah alat untuk melihat 
‘kepopuleran’ sebuah merk, organisasi, figur publik, UKM 
ataupun pengelola event. Ini merupakan hal penting dalam 
pemasaran dan kehumasan. Mereka memberikan dashboard 
yang cukup detail setiap hari. Tersedia infografis yang menggambarkan 
jam berapa saja terjadi hit tertinggi, berapa kali suatu merk 
atau nama disebutkan, siapa saja, dan sebagainya.

NoLimit bisa memberikan solusi bagaimana pelanggan dapat lebih dekat 
dengan merk tersebut. Pemilik merk bisa memahami kemauan 
para pelanggan, mana pelanggan yang sebaiknya disasar 
dan bagaimana efektivitasnya.

Beberapa perusahaan besar yang telah menggunakan jasa mereka 
antara lain adalah Garudafood, Super O dan Microsoft. 

Selain itu mereka banyak dikontak dari luar negeri 
untuk menganalisis FMCG (fast moving consumer goods).


5. Angkie Yudistia (25 tahun)
Special award for inspiring women in ICT.

Siapa yang mengira perempuan cantik berusia 25 tahun ini 
ternyata adalah seorang tuna rungu. 
Angkie mulai kehilangan pendengarannya saat berusia 10 tahun. 

Pada masa-masa bersekolah di sekolah umum, 
Angkie banyak menerima ejekan dari beberapa temannya 
dan kerap kena marah guru karena sulit mendengar. 
Bahkan kadang ia terkucilkan.

Lulus SMA dokternya menyarankan untuk tidak melanjutkan kuliah 
karena dikhawatirkan stres akan memperparah pendengarannya. 
Namun, Angkie menolak saran itu dan tetap bertekad untuk berkuliah 
di Jurusan Periklanan London School of Public Relations, Jakarta. 
Ia berhasil lulus dengan IPK 3,5.

Tidak berhenti sampai situ, Angkie melanjutkan studi masternya 
di bidang komunikasi pemasaran. Setelah ditolak oleh puluhan perusahaan 
dengan alasan ia tidak bisa mendengar (menerima telepon), pada tahun 2009 
Angkie berkesempatan bekerja di IBM Indonesia, 
bagian Marketing Communication. 

Lalu tahun 2010 ia bekerja sebagai 
corporate public relation PT Geo Link Nusantara.

Kini Angkie bersama teman-temannya mendirikan Thisable Enterprise. 
Perusahaan yang berorientasi sosial-bisnis.
 
Angkie ingin menunjukkan bahwa orang-orang disable punya kemampuan, 
mereka bukanlah tidak berguna. Thisable menyediakan tenaga kerja disable 
yang sesuai dengan kapasitasnya. Di sini mereka membuat program 
corporate social responsibility (CSR) bagi perusahaan-perusahaan.

Beberapa penghargaan dan pencapaian sebelumnya:
1. The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008
2. Abang None Jakarta 2008, mewakili Jakarta Barat
3. Miss Congeniality oleh Natur-e
4. Delegasi Indonesia dalam acara Asia-Pacific Development Center 
of Disabilitydi Bangkok, Thailand.

5. Delegasi Indonesia dalam International Young Hard 
of Hearing (Perancis)

Buku: 
“Invaluable Experience to Pursue Dreams” 
(Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas)

“Sekarang nggak ada yang aku tutup-tutupin lagi. 
Aku cukup bangga dilahirkan seperti ini. 
Aku memang beda, tapi aku yakin ada maksud dan tujuan. 
Tuhan kenapa aku seperti ini…” 

(Angkie Yudistia)


6. Aulia Halimatussadiah (29 tahun)
Special award for inspiring women in ICT

Perempuan berusia 29 tahun ini banyak sekali pencapaian prestasinya :
1. 10 Women in Indonesia IT world (2011 – Infokomputer)
2. 5 Geek Girls in Asia to look out for (2012 – Girls in Tech)
3. One of 50 inspiring people 2012. (Pilihan Pemred Majalah Intisari)
4. One of top 10 Women in Indonesia IT World 2011. (Majalah InfoKomputer)
5. Strong community leader in the rising Indonesian tech startup scene. 
(Girls in Tech ,USA)

6. One of 25 inspiring women 2013 – Tabloid Nova
7. Pendiri penerbitan independen (self publishing) NulisBuku.com. 
Dan toko buku online Kutukutubuku.com,Web Consultant, 
TempaLabs.com Game Studio, Salsabeela Muslimah Wear.

Sejak tahun 1997, sewaktu duduk di bangku SMA, 
Ollie (begitu biasa ia dipanggil) mulai belajar sendiri membuat website, 
kalongdesign.com. Setelah itu ia kerap membuat website untuk gurunya 
dan band sekolah. Lulus SMA ia berkuliah selama 4 tahun 
(2000-2004) di Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Gunadarma.

Tak perlu waktu lama, selepas lulus kuliah Ollie langsung ditawari 
oleh sebuah perusahaan IT untuk bekerja sebagai web developer. 
Tugasnya mengurusi website sebuah bank.

Meski sejak SMP ia kerap menulis komik secara tidak professional, 
tapi saat Ollie baru bekerja beberapa bulan, 
ia ditawari beasiswa untuk menulis buku. 
Dan sejauh ini 25 buku telah ditulisnya.

Kini ia memiliki lebih dari tiga perusahaan yang berbasis teknologi informasi. 
Pengguna jasa usahanya puluhan ribu orang, jangkauan bisnisnya internasional.

Begitu banyak kebisaan para perempuan muda Indonesia di atas 
sebagai Kartini Next Generation 2013.

“… jadi perempuan itu harus bisa banyak macam, 
bukan cuma punyabanyak macam…” 

(dikutip dari nasehat ayah Nila Tanzil)

Perempuan Indonesia…, 
Berkaryalah dalam cinta dan inspirasi…! 


[Erri Subakti/Kompasiana]

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)