Kamis, 07 Maret 2013

Sayembara Rp 100 juta ala Dahlan Iskan



Sayembara diidentikkan dengan dua hal yakni perlombaan dan hadiah. Kata sayembara sangat terkenal pada zaman kerajaan. Namun, kata tersebut nampaknya masih cocok untuk digunakan saat ini.
Salah satunya untuk menggambarkan perlombaan yang digagas oleh PT Jasa Marga. Ada hadiah sebesar Rp 100 juta bagi masyarakat yang menyumbang ide segar untuk mengurai kemacetan di jalan tol yang kini jadi pemandangan lazim di ibu kota. Pemenang adalah mereka yang idenya dipakai oleh Jasa Marga untuk mengurai kemacetan.
Awal mula ide ini berasal dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Dalam tulisan manufacturing hope, Dahlan mengaku, solusi mengurai kemacetan bisa melibatkan semua orang.
Caranya, salah satunya dengan menggelar lomba terbuka. "Siapa pun yang bisa menyumbangkan ide brilian untuk penyelesaian kemacetan ini akan diberi hadiah yang besar. Khusus untuk jalan tol. Bukan jalan umum. Jalan umum di luar wewenang BUMN," kata Dahlan.
Jasa Marga menyediakan hadiah. Syaratnya, ide tersebut harus bisa dijalankan, bukan mengawang-awang. "Tiap satu ide yang bisa diterapkan akan mendapat hadiah Rp 100 juta," jelasnya.
Jasa Marga sendiri mengklaim sudah menemukan solusi memecah kemacetan di 7 simpul kemacetan jalan tol. Tujuh simpul jalan tersebut antara lain, Cawang-Semanggi dengan skema contra flow. Skema penutupan Off Ramp Bukopin-Tegal Parang pada jam tertentu. Jalan tol Cibubur-Semanggi dengan pemasangan rubber cone dan nanti akan adanya jalan tol dari KBN ke Tanjung Priok yang sekarang masih dikerjakan.
Penambahan 2 contraflow yaitu Rawamangun dan Kebun Jeruk. Tol Halim yang sangat macet akan ditambah ruasnya menggunakan jalan arteri, kemudian jalan arteri yang baru akan dibuat di bukit sebelah tol.
Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan, sayembara tersebut hanya berlaku untuk kemacetan ruas tol di luar tujuh simpul tersebut. "Itu kita di luar 7 simpul itu akan kita kasih Rp 100 juta jika idenya terpakai," ucap Adit.
Pengamat BUMN Said Didu memandang positif strategi yang dilakukan Dahlan dan Jasa Marga. Dengan menyelenggarakan sayembara, masih ada kemungkinan muncul ide-ide segar pemecah kemacetan yang selama ini mungkin belum muncul.
"Bagus saja semoga bisa ketemu yang tidak konvensional," ungkap Said Didu kepada merdeka.com, Rabu (6/3) malam.
Sejauh mana langkah tersebut bakal efektif melahirkan ide cemerlang untuk mengurai kemacetan? Dia melihat, sesungguhnya ada cara lain yang lebih efektif. "Jauh lebih efektif minta dari ahlinya. Kita punya banyak ahli transportasi. Tapi kalau publik bisa juga," katanya.
Pada dasarnya, kata dia, Jasa Marga sudah memiliki konsep pengembangan jalan tol jangka panjang atau semacam masterplan. "Saya yakin mereka paling lengkap," ucapnya. (mdk/noe)

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)