Kamis, 07 Maret 2013

Pasek desak gelar KLB untuk cari pengganti Anas



Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Gede Pasek Suardika rupanya juga masih beranggapan bahwa Anas Urbaningrum belum resmi lengser dari Partai Demokrat. Pasek menilai, pemberhentian Anas harus disetujui dan disepakati oleh seluruh peserta Kongres Luar Biasa (KLB) sehingga tidak melanggar AD ART partai.

"Putusannya diberhentikan. Jadi KLB yang akan memberhentikan dan setelah itu mau dipilih, aklamasi dan demokrasi terserah yang penting keputusan Anas berhenti di setujui di Kongres," kata Pasek di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/3).

Oleh sebab itu, Pasek ngotot agar Demokrat melakukan KLB. Dia tidak ingin ada polemik panjang terkait penunjukan pelaksana tugas sementara (Plt) yang dinilai melanggar payung hukum oleh Pasek.

"Dan sekali lagi langkah yang bagus adalah KLB dengan agenda pemberhentian Anas secara resmi diberhentikan dan selanjutnya memilih ketum yang baru sehingga payung hukumnya jalan," imbuhnya.

Selain itu, Pasek menambahkan, apa yang Anas katakan berhenti dan tidak ada suratnya itu tidak mencerminkan kepada anggaran dasar. "Sehingga untuk partai ini tidak boleh berhenti dan mencari polemik itu dan harus segera menyelesaikan dengan membangun positioning," tegas dia.

"Karena itu untuk menyelesaikan polemik yang tak berkesudahan dan perdebatan tidak perlu, segera lakukan KLB," tandasnya.
[merdeka/has]

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)