Senin, 18 Maret 2013

Indonesia Butuh Pemimpin dengan Gagasan Besar


Indonesia membutuhkan pemimpin, yang tidak hanya mengandalkan sosok, namun juga mampu memunculkan gagasan besar, kata staf khusus presiden bidang pembangunan daerah dan otonomi daerah Velix Wanggai.

"Tidak hanya siapa figurnya, tapi juga apa gagasan yang dibawa olehnya," kata Velix dalam acara malam anugerah "The Right Man on The Right Place" di Jakarta pada Minggu.

Velix mengutip pernyataan Presiden, yang berharap media dapat memunculkan tokoh alternatif, yang memiliki gagasan untuk memajukan Indonesia.

Ia mengatakan Indonesia mengalami krisis kepemimpinan setelah masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014.

"Ada krisis kepemimpinan, siapa nanti pengganti SBY? Media berperan memberikan ruang kepada tokoh alternatif agar kita tidak terjebak dengan memilih pemimpin seperti membeli `kucing dalam karung`," katanya.

Sementara itu, ketua pelaksana acara tersebut, Oddy Karamoy, mengatakan Indonesia haus akan tokoh bermutu. "Ke depan, bangsa ini harus punya lebih banyak sosok yang tepat dan berkompeten, yang berada di tempat yang tepat," kata Oddy.

Lensa Indonesia menghelat malam anugerah "The Right Man on The Right Place" untuk memberikan penghargaan kepada tokoh yang dianggap berkompeten dan menjadi pembuat berita dalam kurun waktu setahun terakhir.

Beberapa tokoh yang mendapat penghargaan dalam acara tersebut di antaranya tokoh sepak bola 1970-an Johanes Auri, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Ketua KPK Abraham Samad, Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kemas Danial, Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo. 



[ant/rus]

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)