Kamis, 07 Maret 2013

Efek buruk merokok diturunkan hingga anak cucu


Memiliki kakek atau nenek yang merokok meningkatkan kemungkinan seseorang menderita asma, bahkan jika orang tua tidak merokok. Penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia dalam rokok bisa menentukan tingkat kesehatan generasi selanjutnya.


Hal ini ditemukan peneliti setelah mengamati tikus hamil yang diberikan 
nikotin. Hasilnya, tikus tersebut memiliki bayi yang menderita asma. 
Pada gilirannya, tikus tersebut juga memiliki anak yang menderita asma 
bahkan ketika tikus kedua tidak diberi nikotin.
Peneliti dari Los Angeles Biomedical Research Institute menjelaskan bahwa 
nikotin bisa meninggalkan bekas pada DNA. Hal ini menyebabkan generasi 
selanjutnya lebih rentan terkena penyakit pernapasan seperti asma, 
seperti dilansir oleh Daily Mail (05/03).
Dengan kata lain, kebiasaan merokok tak hanya menurun pada anak, 
tetapi juga bisa menyebabkan cucu Anda rentan terkena asma atau 
penyakit pernapasan lainnya. Risiko ini semakin besar jika nikotin 
diturunkan dari garis darah ibu yaitu dari nenek pada ibu, 
kemudian pada cucu perempuannya.
Jika Anda tak ingin membuat anak dan cucu Anda rentan terkena penyakit 
pernapasan dan asma, sebaiknya hentikan merokok sekarang juga!
[merdeka/kun]

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)