Kamis, 28 Maret 2013

Buang Aturan Lama Dalam Berjualan


Ilustrasi
Resesi di berbagai belahan dunia kecuali benua Asia memberikan tantangan bagi banyak entrepreneur dan pemilik bisnis entah itu UMKM atau perusahaan besar yang masih berpegang teguh pada prinsip lama yang sudah usang dan kurang relevan lagi. Alih-alih memangkas harga dan mengurangi jumlah anggota tim untuk dukungan pelanggan, cobalah untuk menerapkan 3 taktik penjualanyang disarikan dari "Four Secrets to Selling More" oleh David Williams dan Marielle M. Scott berikut ini:
 
Jangan bersaing dalam perang harga
Jangan tergoda memberikan produk Anda secara cuma-cuma. Anda seharusnya lebih banyak bersaing dalam hal layanan, kualitas dan keunikan, bukan untuk bersaing dengan perusahaan lain dalam hal harga. Diskon mungkin bisa memberikan lonjakan drastis dalam jumlah pembeli dalam satu kali waktu, tetapi secara jangka panjang kurang bisa mempertahankan.  

Jangan mempekerjakan tenaga kerja unggulan
Anda menghendaki agar staf penjualan bisnis Anda adalah mereka yang dapat berkembang dalam lingkungan yang penuh dengan suasana hangat dan akrab. Singkirkan orang-orang yang menonjol dan memiliki kinerja yang terlalu tinggi dibandingkan rekan-rekan lainnya. Besar kemungkinan pekerja kenis ini tidak akan bisa bekerjasama dengan rekan lainnya dengan lebih mudah dan lebih memfokuskan diri pada mendapatkan penjualan yang paling tinggi di divisinya.
 
Berinvestasi dalam dukungan pelanggan
Karena tingkatan berikutnya dari pemasukan baru sering datang dari pembaruan, produk sampingan dan  teknikupselling (mendorong pembeli membeli kembali produk dan jasa yang lebih mahal), gandakan fokus Anda pada dukungan pelanggan dan layanan purna-jual. Ini akan membuat pelanggan tetap senang dan memastikan bahwa mereka akan terus kembali datang pada Anda.


[dvn/myd] 













Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)