Kamis, 07 Maret 2013

Bercinta Bikin Otak Semakin Cemerlang?

Ilustrasi pasangan. ©davinanews.com/Phase4Photography

Siapa sih yang tak suka bercinta? Ternyata, selain nikmat, seks juga bisa memberikan manfaat lainnya. Jika sebelumnya sebuah penelitian menunjukkan bahwa seks bisa mengurangi sakit kepala, kini penelitian terbaru menemukan bahwa seks bisa meningkatkan kekuatan otak.

Hal ini ditemukan setela peneliti menguji contoh darah dari orang yang baru-baru ini jatuh cinta dan bercinta dengan pasangan, kemudian orang yang sudah lama tinggal bersama pasangan, dan orang lajang.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa kelompok pertama memiliki tingkat perkembangan saraf yang tinggi dibandingkan dengan pasangan yang sudah lama tinggal bersama atau orang yang melajang.

Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa melakukan seks secara teratur tak hanya bisa meredakan stres tetapi juga meningkatkan kekuatan otak.

Penelitian ini juga didukung oleh penelitian lain yang dilakukan pada tikus. Sekelompok tikus dilarang melakukan seks dan hanya boleh melakukannya sekali dalam dua minggu. Sementara tikus lainnya melakukan seks setiap hari selama dua minggu.

Di akhir masa penelitian ilmuwan menemukan bahwa tikus yang aktif secara seksual memiliki perkembangan saraf otak yang lebih tinggi dan memiliki hormon stres yang lebih rendah. Tampaknya semakin sering berhubungan seksual, semakin banyak pula sel otak yang tumbuh pada bagian hippocampus Anda. Bagian ini berhubungan dengan ingatan dan kemampuan belajar manusia.

"Terdapat bukti bahwa manula yang masih aktif secara seksual memiliki risiko demensia lebih rendah dibanding manula yang sudah tidak berhubungan seksual," ungkap Barry Komisaruk, profesor psikologi dari Rutger University, seperti dilansir oleh Daily Mail (05/03).

Selain meningkatkan pertumbuhan sel otak, seks juga bisa membuat pikiran wanita lebih tajam. Hal ini karena meningkatkan hormon testosteron yang meningkatkan konsentrasi dan reaksi.


[merdeka]

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)