Senin, 25 Maret 2013

Aksi 25 Maret Akan Dialihkan ke YLBHI

Ketua Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Ratna Sarumpaet (tengah), Politikus Permadi (kanan) dan Sekjen MKRI Adhie Massardi (kiri) memberikan penjelasan kepada wartawan terkait aksi pada tanggal 25 Maret 2013 di Jakarta, Kampung Melayu Kecil, Bukit Duri, Jakarta, Jumat (22/3). Rencananya aksi tersebut akan diramaikan oleh simpatisan dari 17 provinsi dan akan memusatkan aksi di depan Istana Presiden. (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)
Aksi 25 Maret oleh kelompok Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) rencananya batal digelar di depan Istana Negara dan akan dilakukan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

"Kami tidak mau diadu, sehingga kami memusatkan aksi di YLBHI," kata Ketua MKRI Ratna Sarumpaet di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, terdapat skenario yang akan membenturkan antar kelompok yang akan melakukan aksi oleh MKRI tersebut.

Padahal, ia mengemukakan bahwa aksi yang akan digelar Senin (25/3) itu tidak akan ditunggangi oleh pihak yang dinilai dapat menjadi "penumpang gelap".

Ratna juga mengemukakan, aksi tersebut sebenarnya tidak hanya dilakukan di Jakarta tetapi akan dilakukan secara bersama-sama di banyak provinsi lainnya.

Untuk aksi di kantor YLBHI Jakarta, ujar dia, pihaknya akan membuat semacam panggung di mana berbagai tokoh dapat menyampaikan aspirasinya terkait dengan pemerintahan SBY-Boediono.

Ia menegaskan bahwa aksi yang akan dilakukan oleh MKRI akan berjalan dengan damai.

Sementara itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menginginkan agar pihak aparat dapat mengawal aksi damai ini dan tidak melakukan provokasi.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal Marciano Norman mengatakan, akan ada aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin (25/3), dengan agenda untuk menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk dapat turun dari jabatannya.

Dalam konferensi pers, Presiden juga sempat meminta kepada para elite politik dan kelompok-kelompok tertentu agar jangan keluar jalur demokrasi.

Presiden juga meminta kepada mereka agar jangan ada upaya untuk membuat pemerintahan terguncang.



[ant/bkw]

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)