Jumat, 08 Februari 2013

Internet akan gantikan sistem pendidikan non-formal?



Sebelumnya, kekhawatiran mengenai internet yang akan menggantikan posisi guru telah muncul. Internet dinilai membawa dampak negatif karena kecenderungan siswa yang mencari bahan pelajaran melalui internet secara buta, tanpa memperhatikan sisi reliabilitas dari data tersebut.
Namun, di balik kekhawatiran tersebut, rupanya internet juga membawa dampak positif pada beberapa sisi dalam bidang pengajaran. Internet bisa memberikan pengajaran mengenai kemampuan tertentu, seperti memasak, bermain musik, belajar bahasa asing, dan skill lain pada siapa saja yang bisa menjangkaunya.
Kesempatan untuk belajar berbagai hal tambahan di luar pendidikan formal ini diberikan internet secara gratis dan dekat bagi mereka yang bisa mengaksesnya. Mempelajari bahasa asing, memasak, atau musik yang biasanya membutuhkan tambahan waktu dan uang kini bisa didapatkan dengan mudah.
"Aku tinggal di kota kecil dan tak ada tempat untuk belajar bahasa asing. Padahal aku sangat ingin sekali belajar bahasa Jerman. Kemudian aku menemukan situs yang hebat di internet. Situs itu memberikan pembelajaran bahasa Jerman melalui permainan, dan aku bisa mengikutinya dengan mudah. Sekarang aku bisa berbicara sedikit bahasa Jerman," ungkap Sabita Chandran, yang mengaku mendapatkan banyak pelajaran melalui internet.
"Aku ingin belajar gitar namun tak bisa menemukan guru yang tepat di kursus musik. Aku juga merasa cara mengajar mereka membosankan. Lagipula aku tak punya banyak waktu untuk mendatangi kursus musik karena harus belajar ujian. Di internet aku bisa menemukan tutorial yang kubutuhkan. Aku hanya ingin belajar hal dasar dan teknik yang membuatku tertarik, sehingga aku bisa membuat laguku sendiri," ungkap Aditya R, seorang murid berusia 16 tahun.
Chandran dan Aditya adalah beberapa orang yang berhasil menemukan pembelajaran yang mereka inginkan melalui internet. Chandran beralih ke internet karena tidak menemukan guru di kotanya. Sementara Aditya memilih internet karena kebebasan belajar yang ditawarkan, seperti dilansir oleh Times of India (06/02).
Hal yang sama juga terjadi bagi beberapa orang yang ingin belajar memasak, membuat kerajinan, atau bahkan tarian. Ketika mereka tak menemukan kursus yang tepat atau guru yang bisa mengajar, mereka bisa menemukan tutorial yang mereka cari di internet.
Meski begitu, tentu pembelajaran yang didapatkan di internet tak bisa menggantikan pengajaran yang lebih praktis seperti belajar mengendarai mobil atau lainnya. Bagaimana mendapat Anda mengenai survei di atas. Akankah internet mengambil alih sistem pembelajaran kelas untuk kemampuan tambahan di luar pendidikan formal?

sumber: merdeka.com

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)