Jumat, 15 Februari 2013

Ditengarai Pembangunan Tanggul Kali Tak Tuntas, Pemukiman Warga Rawa Buaya Masih Rawan Banjir




DVNews, LINGKAR BARAT JAKARTA

Sudah dua hari warga RW 04 Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakbar kembali mengalami banjir. Sejumlah warga mengungsi ke rumah saudara.
Menurut Taufik(40) sudah 2 hari (14-15 Pebruari 2013) pemukiman mereka kembali terendam air. Warga pun terpaksa mengungsi ke rumah tengga atau saudara terdekat. Ketinggian air diperkirakan melebihi setengah meter. "Kemarin lebih dalam lagi,"  tuturnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ibu Usna(55) yang mengaku rumahnya mengalami banjhir paling dalam. "Saya terpaksa mengungsi ke rumah saudara," jelasnya. Sementara itu masih menurut pengakuan Ibu Asna, belum ada bantuan apapun dari pihak Pemrov DKI Jakarta.

Banjir yang merendam rumah warga mencakup RT 5,5,15,16, RW 04 itu ditengarai akibatnya bocornya tanggul Kali Anke yang pembangunan tanggulnya tidak tuntas. Titik air masuk diperkirakan berada di wilayah RT 15. Menurut Mulyani (40), tanggul yang bocor atau rembes itu karena tidak dipancang. Padahal kata Mulyani, pihak keluarganya sejak semula sudah merelakan tanah keluarganya yang berada di tepi sungai itu untuk dibuatkan tanggul pancang, namun tidak dilakukan oleh pelaksana proyek dengan alasan mengganggu tiang PLN. "Ayah saya H Kasep sudah mengikhlaskannya untuk dipancang sejak dulu," jelasnya.

Berdasarkan pengamatan Tim DVNews LBJ, di lokasi tanggul yang diduga bocor itu memang tidak dipancang tapi dibuatkan tanggul model bronjong besi yang rendah sehingga ketika permukaan air kali meninggi akibat hujan, air kali akan meluap ke pemukiman warga. Kondisi di pemukiman warga sendiri drainaisenya tidak bangus sehingga air menggenang cukup lama. Banjir tersebut akan lebih parah jika hujan masih terus mengguyur pemukiman warga. (Tim DVNews LBJ)          


Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)