Jumat, 09 November 2012

Warga Tanah Merah dibatasi bikin KTP

GEBRAKAN 100 HARI JOKOWI BASUKI #24

Warga Tanah Merah dibatasi bikin KTP
Demo Warga Tanah Merah. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko
"Jangan sampai baru datang kemarin, turun dari kapal, langsung punya kartu penduduk. Kalau itu yang terjadi, nanti penduduk Jakarta bisa sampai berapa banyak kan." 

- Sipil Purba Hutapea

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mewujudkan janji gubernur untuk memberikan KTP bagi warga Tanah Merah. Tetapi, Pemprov tetap akan melakukan pembatasan dalam pembuatan KTP itu.

"Jangan sampai baru datang kemarin, turun dari kapal, langsung punya kartu penduduk. Kalau itu yang terjadi, nanti penduduk Jakarta bisa sampai berapa banyak kan," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Purba Hutapea usai rapat dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota Jakarta, Jumat (9/11).

Purba mengatakan, dibutuhkan pernyataan resmi berbentuk surat yang menyatakan seorang warga memang telah lama mendiami wilayah Tanah Merah. Tetapi, syarat tersebut masih bisa berubah atau belum baku.

"Artinya masih ada orang yang memberikan rekomendasi bahwa betul, dia tinggal di situ. Apakah 3 tahun, atau 5 tahun, atau 10 itu masih belum pasti. Itu masih akan kami bahas, jadi tetap ada pengendalian penduduk," jelas Purba.

Selain itu, kata Purba, jika mengikuti administrasi yang ada, warga Tanah Merah harus memiliki surat keterangan pindah dari daerah asalnya. "Tapi bagaimana dia mendapat surat keterangan pindah kalau sudah 10 atau 15 tahun. Di sana pun sudah tidak diakui. Itu yang akan dibantu dengan semacam rekomendasi ini," terang dia.




Editor: M. Amin
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)