Siapa musuh Dahlan Iskan dalam kabinet?

Jumat, November 02, 2012 0 Comments


"Ada juga yang bilang mau digusur dari kabinet. Kalau diganti ya Alhamdulillah, toh saya enggak inginkan jadi menteri."
- Dahlan Iskan
Baru setahun berada di lingkaran Kabinet Indonesia Bersatu jilid II sebagai menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan sudah dua kali digoyang isu lengser dari kabinet.
Pertama, Dahlan diisukan mundur dari jajaran kabinet lantaran terjadi selisih pendapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Isu adanya perselisihan antara Dahlan dengan Jero Wacik berpusar soal satu anak perusahaan PT Pertamina, yakni Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).
Sebab, Dahlan sempat menyebut Petral hanya digunakan sebagai alat dan ladang korupsi tumbuh subur. Selain itu, rumor pengunduran diri Dahlan juga dikait-kaitkan dengan pergantian direksi PT Pertamina pada 17 April 2012.
Melalui Surat Keputusan Nomor SK-186/MBU/2012 Dahlan merombak lima direksi baru Pertamina. Isu tersebut berhembus kencang di situs jejaring sosial twitter oleh akun anonim @ratu_adil dan @trioMacan2000. Saat itu, Dahlan secara tegas membantah rumor tersebut sekaligus mengatakan bahwa hubungannya dengan Jero Wacik baik-baik saja.
Untuk kedua kalinya Dahlan kembali digoyang isu akan dilengserkan dari kabinet. Isu tersebut berhembus di tengah makin panasnya perseteruan antara Dahlan dengan DPR terkait pernyataannya yang menyebutkan adanya oknum anggota DPR yang meminta upeti dari anak buahnya.
Kali ini, kabar tersebut justru dilontarkan sendiri oleh Dahlan. Dia menyebut adanya pihak-pihak yang menginginkannya keluar dari lingkaran kabinet. Bahkan, Dahlan menyebut ada pihak yang meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merombak kabinet dan memberhentikan Dahlan dari jabatannya saat ini.
"Ini bukan hanya isu, ada pihak yang minta saya diberhentikan. Anda bisa menduga sendiri lah," ujar Dahlan beberapa waktu lalu.
Dahlan memilih bungkam ketika ditanya wartawan mengenai orang yang meminta Presiden mencopot Dahlan. Mantan Dirut PLN ini memilih tidak berkomentar panjang terkait hal ini.
Dia juga menyatakan kesiapannya jika harus lengser dari jabatannya saat ini. "Ada juga yang bilang mau digusur dari kabinet. Kalau diganti ya Alhamdulillah, toh saya enggak inginkan jadi menteri," kata Dahlan. Dia menegaskan tidak pernah 'mengemis' untuk mendapat jatah kursi menteri.
Kabar mengenai isu perombakan kabinet dan upaya pihak tertentu 'menendang' Dahlan keluar kabinet langsung dibantah Sekretaris Kabinet Dipo Alam. "Tidak ada tuh (rencana perombakan kabinet)," singkat Dipo kepada merdeka.com, Kamis (1/11) malam.
Tidak sekali ini Dahlan digoyang isu ingin dilengserkan dari kabinet. Dahlan sendiri menduga ada pihak-pihak yang tidak menginginkannya bertahan dalam kabinet. Apakah Dahlan memiliki musuh di internal kabinet?
Dipo menuturkan, sepengetahuannya Dahlan tidak memiliki musuh dalam kabinet. Jajaran pembantu presiden juga tidak ada yang menunjukkan ketidaksukaan atas kinerja Dahlan selama setahun menjadi menteri.
"Saya tidak tahu. Setahu saya tidak ada. Saya kira dia (Dahlan) bagus-bagus saja (kinerjanya)," tegasnya.
Lalu, siapa yang ingin melengserkan Dahlan dari kabinet? Hanya Dahlan yang tahu.

Editor: Gurun Ismalia
Sumber : 
                     

Berita Davina

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Google+ Followers

Tentang DaVinaNews.com

Davinanews.com Diterbitkan oleh Da Vina Group Davinanews.com adalah situs berita dan opini yang memiliki keunggulan pada kecepatan, ketepatan, kelengkapan, pemilihan isu yang tepat, dan penyajian yang memperhatikan hukum positif dan asas kepatuta Davinanews.com memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk berinteraksi. Pada setiap berita, pembaca bisa langsung memberikan tanggapan. Kami juga menyediakan topik-topik aktual bagi Anda untuk saling bertukar pandangan. Davinanews.com menerima opini pembaca dengan panjang maksimal 5.000 karakter. Lengkapi dengan foto dan profil singkat (beserta link blog pribadi Anda). Silakan kirim ke email: davinanews@yahoo.com.