Senin, 12 November 2012

Ruhut Sitompul anggap Mahfud MD banci kamera

Ruhut Sitompul anggap Mahfud MD banci kamera
ruhut sitompul . merdeka.com/Imam Buhori

"Mahfud itu kan rada banci kamera, dia itu lagi mengkhayal. Masa kita mau ke makan sama yang begitu."

Ruhut Sitompu

Anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul menilai pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang menuding mafia narkoba sudah masuk ke lingkaran Istana, hanya isapan jempol. Menurut politikus Partai Demokrat itu, Mahfud sedang mencari panggung untuk aspirasinya. 

"Mahfud itu kan rada banci kamera, dia itu lagi mengkhayal. Masa kita mau ke makan sama yang begitu," ujar Ruhut di Gedung DPR, Senin (12/11).

Ruhut mengatakan selama ini statemen yang keluar dari mulut Mahfud selalu tidak penting dan hanya menyebar kebohongan. Jadi Ruhut meminta jangan terpancing dengan omongan Mahfud.

"Gue sih selalu bilang Mahfud itu EGP (emang gue pikirin)," kata Ruhut.

Ruhut mengungkapkan, dia tidak setuju jika grasi yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap terpidana mati kasus narkoba, Meirike Franola ditarik kembali.

"Karena kalau itu dicabut hukum bukan lagi jadi panglima, tapi di bawah penguasa," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menduga mafia narkoba bergentayangan di Istana. Dugaan itu muncul lantaran Mahfud melihat mudahnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan grasi terhadap gembong narkoba.

Mahfud menjelaskan hal ini berdasar pada perkataan Ketua LSM Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat.




Editor: Gurun Ismalia
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)