Selasa, 06 November 2012

Mahfud: Pemberi masukan grasi kena tipu penjahat narkoba


"Kejahatan narkoba ini sebenarnya dilakukan orang-orang yang memang pada umumnya pembohong."
- Mahfud MD
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan pendapatnya terhadap para terpidana narkoba yang mendapatkan grasi. Menurut Mahfud, grasi yang diberikan oleh presiden itu terkesan dipermainkan. Sebab, kebanyakan narapidana narkoba merupakan sosok pembohong.
"Kejahatan narkoba ini sebenarnya dilakukan orang-orang yang memang pada umumnya pembohong," ujar Mahfud di kantornya, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (6/11).
Mahfud mengatakan, para terpidana narkoba sering melakukan kepura-puraan agar presiden memberikan grasi.
"Orang yang terlibat narkoba itu pura-pura sembuh dan pura-pura sakit, tapi akalnya jalan. Kemudian meminta grasi, presiden memberikan grasi atas dasar kemanusiaan," paparnya.
Selanjutnya, kata Mahfud, tindakan yang dilakukan para terpidana ini mampu mengecoh para pemberi rekomendasi presiden untuk menjatuhkan grasi. Sehingga, secara tidak langsung juga menipu para pemberi rekomendasi tersebut.
"Karena ada tindakan ceroboh, tidak komprehensif, maka semua orang yang beri masukan grasi adalah orang-orang yang kena tipu oleh penjahat narkoba," terang Mahfud.
Lebih lanjut, Mahfud menegaskan, seharusnya presiden tidak perlu memberikan grasi kepada terpidana narkoba. Ini karena dampak kejahatan narkoba sangat besar bagi masyarakat.
"Oleh karena itu, menurut saya, jangan pernah diberi ampun para penjahat narkoba, juga teroris dan korupsi. Ini karena menghancurkan masa depan kita," pungkasnya.

Editor:  Achmad Chotib
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)