Selasa, 13 November 2012

Komentar lucu warga tentang pencapresan Bang Haji Rhoma

Komentar lucu warga tentang pencapresan Bang Haji Rhoma
Rhoma Irama. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

 "Hampir dipastikan #PresidenRhoma tak pernah ada di istana karena beliau selalu Berkelana I dan Berkelana II."
- @BonnieTriyana
Rhoma Irama telah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014 mendatang. Berbagai komentar muncul dari masyarakat, baik yang mendukung atau pun menolak pencapresan Bang Haji, atau hanya sekadar lucu-lucuan.
Ramai di Twitter sejak kemarin, Senin (12/11), komentar lucu-lucuan terkait pencapresan Rhoma, seperti yang ditulis oleh akun @BonnieTriyana. Dalam kicauan di Twitter dia menulis, "@BonnieTriyana: Hampir dipastikan #PresidenRhoma tak pernah ada di istana karena beliau selalu Berkelana I dan Berkelana II."
Sontak, komentar lucunya tersebut membuat para pengguna Twitter tertawa. Bahkan, politikus Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla juga me-retweet postingan tersebut.
Politikus PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi juga tak kalah lucu berkicau di Twitter terkait pencapresan Rhoma. "Apakah @TamaSLangkun siap menjadi Cawapres Rhoma Irama? :p," tulis Zuhairi dalam akun Twitter-nya @zuhairimisrawi pagi ini. Tama S Langkun yang dia mention adalah salah seorang aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW).
Tak cuma di Twitter saja komentar lucu terkait nyapresnya Bang Haji. Di Blackberry Messenger juga beredar komentar-komentar lucu. "Kalau Rhoma jadi presiden, dijamin wartawan bakal teler. Soalnya Bang Haji begadang terus," demikian bunyi BBM yang beredar.
Namun ada juga komentar positif yang mendukung Rhoma Irama maju dalam Pilpres 2014. Rhoma terbukti 40 tahun memimpin grup musik Soneta. Apa salahnya jika dia diberi kesempatan memimpin bangsa.
"Sudah saatnya Bang Haji memimpin negeri itu," ujar salah seorang warga Tebet, Andi kepada merdeka.com.


Editor: Gurun Ismalia
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)