Ketika kiai dituduh korupsi

Rabu, November 28, 2012 0 Comments

Alm. Gus Dur @2012 Davinanews.com

"Silakan saja datang ke kantor Partai Demokrat. Dengan catatan jangan anarkis. Misalnya, melakukan audiensi dengan pengurus-pengurusnya. Menyampaikan sikap soal pernyataan Sutan Bhatoegana itu, saya kira tidak ada masalah."

Alfa Isnaini

Politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) lengser karena terlibat korupsi. Pernyataan ini tentu saja membuat pendukung Gus Dur sakit hati. Maklum saja Gus Dur merupakan cucu pendiri ormas Islam terbesar di Indonesia, jamiyah Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari. 

Gus Dur memiliki masa dan santri yang fanatik. Dalam tradisi pesantren, kiai memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap santri dan masyarakat. Di sejumlah daerah, status kiai bisa jadi melebihi seorang pejabat ataupun politikus. 

Gus Dur pun juga demikian halnya. Mantan Presiden RI ke-4 mulai 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001 ini sampai sekarang memiliki masa dan pendukung yang cukup besar. Walaupun beliau sudah meninggal, pusaran Gus Dur di Tebu Ireng Jombang masih menjadi magnet peziarah-peziarah dalam tiap hari dari segala penjuru kota. 

Begitu juga saat haul Gus Dur, di sejumlah kota menggelar pengajian dan jam'iyah NU tumplek blek hingga ribuan orang. Seperti di Ciganjur tempat kediaman Gus Dur, Tebu Ireng Jombang, Yogjakarta dan lain-lainnya.

Sewaktu Gus Dur menjabat sebagai presiden dan hendak dilengserkan, masa NU pun membentuk kelompok pasukan berani mati. Hal ini bertujuan untuk mengamankan upaya pelengseran Gus Dur. Tetapi Gus Dur bukanlah orang sembarangan yang hanya menuruti kekuasaan semata dan konflik bentrokan bisa terjadi. Gus Dur dengan besar hati meninggalkan istana pada tahun 2001.

Sikap fanatik untuk membela Gus Dur kembali mencuat setelah pernyataan kontroversi politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana dalam salah satu acara stasiun televisi swasta pada 21 November lalu. Di acara itu, Sutan menyebut Gus Dur dilengserkan karena Kasus Bruneigate dan Buloggate. 

Hal ini menyebabkan reaksi keras dari komunitas Gusdurian (pecinta Gus Dur), Organisasi Pemuda Garda Bangsa, Gerakan Pemuda Ansor dan jam'iyah NU.

"Kami memang memberikan instruksi agar GP Ansor yang ada di seluruh kabupaten/kota untuk menyikapi pernyataan itu (statemen Sutan Bhatoegana), yang dinilai menyudutkan Gus Dur," kata Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Alfa Isnaini, Selasa (27/11).

Alfa tak melarang kader GP Ansor menggeruduk kantor pengurus Partai Demokrat di daerah-daerah. Asal tetap berada pada jalur hukum yang benar.

"Silakan saja datang ke kantor Partai Demokrat. Dengan catatan jangan anarkis. Misalnya, melakukan audiensi dengan pengurus-pengurusnya. Menyampaikan sikap soal pernyataan Sutan Bhatoegana itu, saya kira tidak ada masalah," kata dia.

PW GP Ansor Jawa Timur juga berencana melaporkan Sutan ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik. "Hari ini (27/11) kami akan berangkat ke Jakarta untuk melaporkannya ke polisi. Karena kejadiannya di Jakarta, maka kami akan melapor ke Jakarta," ungkap dia.

Alfa menilai pernyataan Sutan yang menyebut Gus Dur melakukan tindak korupsi sehingga harus dilengserkan, adalah bentuk kebohongan publik yang harus diluruskan. "Partai Demokrat seharusnya tidak layak dihuni oleh orang-orang yang melakukan kebohongan publik," tegas dia mengakhiri pembicaraan.

Sedangkan kelompok pecinta Gus Dur (Gusdurian) juga tidak terima atas pernyataan Sutan Bhatoegana tersebut. Politisi Demokrat ini diminta untuk sowan ke makam Gus Dur dan membaca istighfar 99.999 kali.

"Pernyataan Sutan Bhatoegana adalah bentuk kepanikan individual dari partainya (Demokrat) dalam merespon tuntutan publik, agar SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan Partai Demokrat tidak loyo dalam memberantas korupsi, baik di pemerintahan maupun di internal partainya," kata Kordinator Gusdurian Jawa Timur, Aan Anshori, Selasa (27/11).

"Gus Dur tetaplah Gus Dur. Namun demi kebaikan Sutan, sebaiknya dia minta maaf secara terbuka dan kepada keluarga Gus Dur. Dia (Sutan) harus membaca istighfar 99.999 kali, sambil merenungi kesalahannya," tambahnya.

Tidak terima dengan pernyataan Sutan akan Gus Dur itu menyebabkan GP Ansor juga menggeruduk Kantor DPP Partai Demokrat yang berada di Jl Kramat Raya Jakarta Pusat. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum diminta segera memecat politisi nyentrik itu.

"Anas harus segera memecat Bhatoegana. Sebagai etika politik, ucapan dia sangat tidak pantas," ujar Sekjen GP Anshor Jakarta, Abdul Aziz di kantor Demokrat, Jalan Kramat Raya No 146, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (27/11).

Dia juga mengatakan Bhatoegana harus meminta maaf ke keluarga Gus Dur dan seluruh bangsa Indonesia. Kalau tidaK, mereka menegaskan para kader Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan mendukung Demokrat di 2014 nanti.

"Dalam waktu 2 x 24 jam Bhatoegana harus minta maaf kalau tidak kita akan gruduk ke dalam markas Demokrat. Dan nanti 2014 NU tidak akan mencoblos Demokrat," tegasnya.

GP Anshor juga menyebut permintaan Anas Urbaningrum di beberapa media dinilai tidak berguna. Hal itu karena Bhatoegana kapasitasnya individual.

"Permintaan maaf Anas tidak berurusan dengan ini. Ini masalah personal Bhatoegana saja," paparnya.

PBNU sebagai organisasi jam'iyah NU juga telah angkat bicara. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dengan tegas meminta DPP Partai Demokrat memberikan sanksi kepada kadernya tersebut. Kiai Said menyerahkan sepenuhnya kepada Pimpinan Partai Demokrat untuk memberikan jenis sanksi terhadap Sutan Bhatoegana. Yang jelas, menurut Kiai Said, pernyataan Sutan tersebut telah menyakiti orang-orang yang mencintai Gus Dur.

"Jika Demokrat ingin merebut simpati warga NU, Bhatoegana harus dikenai sanksi," ungkap Kiai Said dalam rilis yang diterima merdeka.com, Selasa (27/11).

Sedangkan Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana membela diri bahwa dirinya tidak ada maksud untuk menghina dan merendahkan Gus Dur. Justru, Sutan mengaku kalau dirinya sedang difitnah setelah berbicara soal lengsernya Gus Dur.

"Saya katakan bahwa pemerintah mana yang bersih-bersih banget, bahkan Gus Dur pun kalau bersih gak akan diturunkan di tengah jalan, gitu aja, masa saya dibilang fitnah," kata Sutan di Gedung DPR Jakarta, Selasa (27/11).

Sutan justru menuding aktivis Adi Massardi yang menyudutkan dirinya. "Jangan menghina orang, jadi itu yang dilakukan Pak Adi Massardi," ujarnya.

Semasa hidupnya, Gus Dur merupakan sosok dan tokoh yang yang dikenal membela kaum minoritas dan pluralisme. Selain itu, Gus Dur juga dikenal sebagai sosok pemberani dan kontroversial. Begitupula dengan Sutan, Politisi Demokrat ini dengan gayanya yang khas, dengan nada ceplas-ceplos dan tidak jarang pula melayangkan pernyataan kontroversial. tetapi Gus Dur adalah Gus Dur, dan Sutan berbeda dengan Gus Dur.







Editor: Gurun Ismalia
Sumber :

Berita Davina

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Google+ Followers

Tentang DaVinaNews.com

Davinanews.com Diterbitkan oleh Da Vina Group Davinanews.com adalah situs berita dan opini yang memiliki keunggulan pada kecepatan, ketepatan, kelengkapan, pemilihan isu yang tepat, dan penyajian yang memperhatikan hukum positif dan asas kepatuta Davinanews.com memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk berinteraksi. Pada setiap berita, pembaca bisa langsung memberikan tanggapan. Kami juga menyediakan topik-topik aktual bagi Anda untuk saling bertukar pandangan. Davinanews.com menerima opini pembaca dengan panjang maksimal 5.000 karakter. Lengkapi dengan foto dan profil singkat (beserta link blog pribadi Anda). Silakan kirim ke email: davinanews@yahoo.com.