Sabtu, 17 November 2012

Kepercayaan publik terhadap media Indonesia tinggi

Ilustrasi. Uni Zulfiani Lubis anggota Dewan Pers sedang berbicara dalam acara Pelatihan Microsoft yang diadakan Dewan Pers. (9-10|11|2012)

"Hasil survei ini menempatkan media-media di Indonesia sebagai institusi yang dipercaya publik dengan hasil 80% tingkat kepercayaan yang tinggi, paling tinggi di tingkat regional dan global." 

- Uni Z. Lubis

Tingkat kepercayaan publik Indonesia terhadap media-media di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia. Survei Edelman Trust menyebutkan media-media di Indonesia mengantongi 80% kepercayaan publik di Indonesia.

Survei ini dilakukan kepada 25 negara dan Indonesia adalah salah satunya. Secara keseluruhan survei ini melibatkan 30.000 responden dan sebanyak 1.000 responden dari Indonesia. Responden ini terdiri dari anggota masyarakat sebanyak 800 responden, dan sisanya adalah kaum praktisi dan juga profesional.

"Hasil survei ini menempatkan media-media di Indonesia sebagai institusi yang dipercaya publik dengan hasil 80% tingkat kepercayaan yang tinggi, paling tinggi di tingkat regional dan global," tutur Uni Z. Lubis, Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Wartawan Dewan Pers dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, Rabu (22/2).

Survei ini dilakukan terhadap media-media tradisional seperti harian, tabloid, radio dan televisi. Meski begitu, Uni menyebutkan bahwa pada tahun 2010, tingkat kepercayaan publik Indonesia terhadap media, lebih tinggi lagi, yaitu mencapai 86%. Meski tingkat kepercayaan masyarakat kepada media menurun di tahun 2011, namun angka tersebut masih merupakan angka tertinggi di dunia.







Editor: Yudi Dwi Ardian
Sumber: kontan.co.id

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)