Senin, 12 November 2012

Kepemimpinan Berkembang Setiap Hari Bukan Dalam Sehari



Menjadi pemimpin mirip dengan sukses berinvestasi di pasar saham. Jika Anda ingin mencapai keberuntungan dalam sehari, Anda tidak akan berhasil. Yang terpenting adalah apa yang Anda lakukan tiap hari dalam jangka panjang. Jika Anda terus berinvestasi pada pengembangan kepemimpinan, memberikan "aset-aset" Anda bertambah, hasilnya adalah pertumbuhan seiring waktu.

Tahap 1 : Saya Tidak mengetahui Apa Yang Tidak Saya Ketahui.
Selama seseorang tidak mengetahui apa yang tidak ia ketahui, ia tidak akan bertumbuh.

Tahap 2 : Saya Tidak Tahu Bahwa Saya Perlu Tahu.
Banyak orang ditempatkan pada posisi kepemimpinan ternyata hanya dapat melihat-lihat dan mendapati bahwa tidak ada orang yang mengikuti mereka. Ketika hal itu terjadi, kita menyadari bahwa kita perlu belajar cara memimpin.

Tahap 3 : Saya Mengetahui Apa Yang Tidak Saya Ketahui.
Untuk bertumbuh sebagai seorang pemimpin, saya harus sadar bahwa saya tidak memiliki semua jawaban atau ketrampilan yang dibutuhkan sebagai seorang pemimpin. Saya membutuhkan orang-orang lain dalam perjalanan pertumbuhan saya.

Tahap 4 : Saya Tahu dan Bertumbuh, dan Hal itu Mulai Terlihat.
Ketika Anda Menyadari kekurangan ketrampilan Anda dan mulai menjalankan disiplin harian tentang pertumbuhan pribadi, maka hal-hal yang menggairahkan mulai terjadi.

Tahap 5 : Saya Berjalan Saja Karena Apa yang Saya Ketahui.
Kemampuan Anda untuk memimpin hampir-hampir berjalan secara otomatis. Anda mengembangkan naluri yang hebat. Dan itulah saatnya hasil yang diharapkan dapat sangat luar biasa.




TAHUKAH ANDA DIMANA POSISI ANDA 
DALAM PROSES KEPEMIMPINAN? 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)