Rabu, 28 November 2012

Kapabilitas, integritas & akseptabilitas penentu Capres 2014

Ilustrasi

"Ini berarti konsep dan dimensi-dimensinya itu valid untuk mengukur konsep kualitas personal tersebut."

Dody Ambardi

Dalam survei yang dilakukan sepanjang 2012, Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat, sebanyak 90 persen dari 401 responden mengatakan, integritas seorang calon presiden sangat penting dalam menjaring pemilih dibanding kapabilitas dan akseptabilitas.

Dari ukuran integritas tersebut, sebanyak 83 persen responden memilih capres yang jujur dan bisa dipercaya, diikuti 76 persen capres yang tidak pernah melakukan KKN, dan 75 persen capres yang tidak pernah melakukan tindak kriminal atau pelanggaran HAM.

Sementara itu, dari ukuran kapabilitas, sebanyak 87 persen responden menganggap sangat penting seorang capres yang mampu memimpin negara dan pemerintahan. Sisanya, 53 persen memilih capres yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas.

Terakhir, dari ukuran akseptabilitas, sebanyak 70 persen responden memilih capres yang mampu berdiri di atas kepentingan semua kelompok atau golongan yang berbeda-beda. Sebanyak 70 persen memilih capres yang tidak punya masalah tertentu yang dapat memunculkan penolakan masyarakat.

Direktur Eksekutif LSI Dody Ambardi menilai, konsep LSI tentang kualitas personal untuk seorang capres yang terdiri dari kapabilitas, integritas, dan akseptabilitas dinilai sangat penting.

"Ini berarti konsep dan dimensi-dimensinya itu valid untuk mengukur konsep kualitas personal tersebut," kata Dody, pada sosialisasi hasil survei LSI pencapresan 2014 di Kementerian Kehutanan di Jakarta, Rabu (28/11).

Dody menambahkan, terdapat lima indikator kualitas personal paling penting bagi seorang capres, yang terdiri dari bisa dipercaya, satu dalam kata dan perbuatan, tidak pernah melakukan atau diopinikan pernah melakukan KKN, tidak pernah atau diopinikan melakukan tindakan kriminal, diyakini mampu memimpin negara dan pemerintahan, dan yang terakhir, dipercaya mampu berdiri di atas semua kelompok atau golongan yang berbeda.







Editor: Gurun Ismalia
Sumber :

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)