Rabu, 28 November 2012

Jokowi batalkan pajak warteg

GEBRAKAN 100 HARI JOKOWI BASUKI #43


"Pokoknya yang warteg mah gak usah. Kenanya yang restoran gede-gede saja. Pokoknya omzet mana saja asal gede. Kaya ga ada objek pajak saja." 

Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya menghapus pajak untuk warung makan kecil seperti warteg. Pemberlakuan pajak untuk warteg sebelumnya ditunda pada masa gubernur sebelumnya, Fauzi Bowo (Foke).

"Sementara ini ditunda, nanti dihilangin sajalah," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (28/11).

Jokowi menegaskan, untuk warung-warung kecil seperti warteg nantinya tidak akan kena pajak. Hanya, Pemprov DKI akan mengenai pajak terhadap restoran besar.

"Pokoknya yang warteg mah gak usah. Kenanya yang restoran gede-gede saja. Pokoknya omzet mana saja asal gede. Kaya ga ada objek pajak saja," jelas Jokowi.

Pada masa gubernur sebelumnya, pemberlakuan pajak untuk warteg ditunda dan tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta No 16 Tahun 2012 tentang Penundaan Pemungutan Pajak Restoran Jenis Usaha Warung, Kantin dan kafetaria. Ingub keluar pada 24 Februari 2012.

Penundaan waktu itu adalah kedua kalinya. Penundaan pertama dilakukan pada tahun 2011, penundaan dalam pelaksanaan Perda No 11 Tahun 2011 sebagai pengganti Perda No 8 Tahun 2003 tentang Pajak Restoran.

Awalnya, batas minimal restoran atau warung makan yang tidak terkena pajak adalah berpenghasilan Rp 200 juta per tahun ke bawah, atau Rp 16,6 juta per bulan atau Rp 550 ribu per hari.






Editor: M. Amin
Sumber :

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)