Kamis, 15 November 2012

Beda Tahun Baru Hijriyah dengan Tahun Baru Internasional


Ilustrasi @2012 DaVinaNews.Com

Selamat Tahun Baru  1434 H semoga di tahun yang baru ini, kita semua semakin bersemangat untuk menlani kehidupan selanjutnya dan semakin banyak bersyukur kepadaNya, karena Dia telah memanjangkan umur kita dan bertambah lagi usia kita, walau hakekatnya bila dilihat “jatah” umur yang sudah ditentukanNya sebenarnya usia kita semakin hari semakin berkurang, dan tiap tahun jatah kita berkurang dari yang sudah ditentukanNya, jadi pada ujungnya ada kematian yang sedang menunggu kita semua, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap!

Makanya di sinilah bedanya antara tahun baru internasional, yang jatuh pada setiap tanggal 1 Januari dengan tahun baru Islam yang jatuh pada setiap tanggal 1 Muharram, Banyak sekali perbedaan yang ada, antara tahun baru Internasional  dengan tahun baru Islam di seluruh dunia. Apa bedanya? Sebelum melihat perbedaannya, mari kita baca apa yang dituliskan wikipedia.org tentang tahun baru.

Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.

Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.[1] Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuhSM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.

Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari danCaesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada1 JanuariCaesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh pada tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atauJuli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar,Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Sekarang mari kita lihat perbedaan antara tahun baru Hijriah dengan tahun baru Internasional, sebelumnya coba lihat di atas, ada tahun baru Islam yang dimulai tanggal 1 Muharram, ada tahun baru Yahudi, Rosh Hasanah, dan mana tahun baru Kristen? Ternyata Kristen mengambil acara tahun barunya mengikuti Julius Kaisar, 24 tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS.

Pertama, tahun internasional yang diakhiri pada tanggal 31 Desember dan diawali pada jam 00.00 di tanggal 1 Januari penuh dengan hura-hura dan kemaksiatan, jutaan dollar uang dihambur-hamburkan hanya untuk membakar kembang api, padahal kalau dana itu di kumpulkan dan disumbangkan kepada yayasan yatim piatu atau untuk menolong anak-nak yang terlantar atau membantu-anak-anak yang tak mampu bersekolah, bisa dan akan terangkat harkat hidup mereka. Dan dunia memang begitu adanya, yang kaya menghambur-hamburkan hartanya di meja judi dan minum-minuman keras, semantara yang miskin mencari sesuap dua suap nasi atau mencari sepotong dau potong roti saja susahnya bukan main.

Sementara dalam tahu baru Islam orang diajak untuk semakin mendekatkan diri kepadaNya, yang telah memberikan begitu banyak nikmat Tuhan pada manusia, makanya tak ada istilah dalam tahun baru Islam itu di isi dengan membakar kembang api, yang jelas-jelas mubajir dan perbuatan mubajir adalah temanya setan! Jelas itu, jadi beda sekali tahun baru Internasional dengan tahun baru Islam.

Kedua, tahun baru Islam mengambil semangat tentang Hijrah, hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, itu lebih jelas mari kita lihat lagi apa yang ditulis Wikipidia tentang tahun baru Hijriyah:

Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. 

Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari.

Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya Matahari di tempat tersebut.

Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus sinodik bulan kalender lunar(qomariyah), memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi.

Faktanya, siklus sinodik bulan bervariasi. Jumlah hari dalam satu bulan dalam Kalender Hijriah bergantung pada posisi bulan, bumi dan Matahari. Usia bulan yang mencapai 30 hari bersesuaian dengan terjadinya bulan baru (new moon) di titik apooge, yaitu jarak terjauh antara bulan dan bumi, dan pada saat yang bersamaan, bumi berada pada jarak terdekatnya dengan Matahari (perihelion)

Sementara itu, satu bulan yang berlangsung 29 hari bertepatan dengan saat terjadinya bulan baru di perige(jarak terdekat bulan dengan bumi) dengan bumi berada di titik terjauhnya dari Matahari (aphelion). Dari sini terlihat bahwa usia bulan tidak tetap melainkan berubah-ubah (29 - 30 hari) sesuai dengan kedudukan ketiga benda langit tersebut (Bulan,Bumi dan Matahari).

Penentuan awal bulan (new moon) ditandai dengan munculnya penampakan (visibilitas) Bulan Sabit pertama kali (hilal) setelah bulan baru (konjungsi atau ijtimak). Pada fase ini, Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari, sehingga posisi hilal berada di ufuk barat. Jika hilal tidak dapat terlihat pada hari ke-29, maka jumlah hari pada bulan tersebut dibulatkan menjadi 30 hari. Tidak ada aturan khusus bulan-bulan mana saja yang memiliki 29 hari, dan mana yang memiliki 30 hari. Semuanya tergantung pada penampakan hilal.

Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. 

Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata’ala: ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36).

Dengan demikian dalam tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah, manusia diajak untuk hijrah, pindah, dari tempat yang tidak kondusif bagi perkembangan dakwah, waktu itu Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya dari  Mekkah lalu hijrah ke Madinah. Makna lain, pindah dari perbuatan yang kurang baik menjadi lebih baik, tobat dari perbuatan dosa ke yang penuh ridhoNya, dari jelek ke bagus, dari kemaksiatan pindah ke kegiatan yang penuh hikmah dan seterusnya.

Ketiga,  dalam tahun baru Hijriyah tak ada istilah pesta-pora, mabuk-mabukan dan berbagai kemaksiatan di malam tahun barunya, justru di malam tahun baru itu manusia, lagi-lagi diajak untuk merenungi kebesaran ciptaanNya, untuk mensukuri nikmatNya dan caranya dengan ibadah, bukan dengan tiup terompet di tengah malammenjadi hingar bingar, bukan bakar kembang api! Tapi tunduk dan runduk kepadaNya.

Keempat, dalam tahun baru Hijriyah bukan diisi dengan liburan panjang yang  lagi-lagi tujuannya bukan mendekatkan diri kepadaNya, tapi lagi-lagi hura-hura. 

Coba perhatikan ketika menjelang tahun baru Internasional orang mulai sibuk sejak berminggu-minggu sebelumnya hanya untuk menghabiskan waktu malam tahun baru,  ada di mana dan membuat acara apa? Kalau acaranya positif, itu bagus! Namun yang sering ditemukan pada malam tahun baru Internasional itu orang jutsru lagi-lagi mabuk-mabukan, apa lagi di Rusia, di malam itu anda akan menemukan banyak orang bergelimpangan di jalan-jalan yang bersalju, mabuk!




Oleh: Syaripudin Zuhri
Sumber:  
                        

0 komentar:

Poskan Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)