Kamis, 08 November 2012

Ahok ingin Jakarta jadi barometer pelayanan kesehatan

GEBRAKAN 100 HARI JOKOWI BASUKI #22



"Jadi kami meminta RSCM, khususnya RSCM dan Dekan FK UI, Bu Ratna, kami ingin menyatukan konsep Kemenkes, kesehatan harus satu sistem. RSCM akan memimpin SOP, seluruh rumah sakit di Jakarta dan Puskesmas, satu kesatuan. Jakarta jadi barometer nasional." 

- Ahok

Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bertekad akan menjadikan Jakarta sebagai barometer dalam pelayanan kesehatan. Untuk mematangkan konsepnya, Ahok sejak pagi tadi melakukan rapat secara maraton dengan Dirut RSCM Akmal Taher dan Dekan Fakultas Kedokteran UI Ratna Sitompul.

"Jadi kami meminta RSCM, khususnya RSCM dan Dekan FK UI, Bu Ratna, kami ingin menyatukan konsep Kemenkes, kesehatan harus satu sistem. RSCM akan memimpin SOP, seluruh rumah sakit di Jakarta dan Puskesmas, satu kesatuan. Jakarta jadi barometer nasional," kata Ahok usai rapat bersama pimpinan rumah sakit umum daerah, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/11).

Menurutnya, nanti ada sekitar 50 ribu tenaga medis terjun langsung ke masyarakat. Di mana 80 persen, penyakit-penyakit yang bisa disembuhkan dengan cepat.

"RSCM juga begitu, 58 persen yang dirujuk seharusnya tidak perlu dirujuk. RSCM akan bantu ini. Per Januari sistemnya jalan, di mana menjadi payung dari Jamkesda," kata dia.

Sistemnya sendiri, kata Ahok, seperti asuransi. Dia menargetkan, tahun 2013 Pemprov akan benar-benar menjamin hal ini. 

"Sebagai promosi, PAD (pendapatan asli daerah) DKI sampai 100 triliun, Kami akan hitung nanti. Seperti di Skandinavia yang menanggung seluruh warga sakit ada 4,7 juta orang untuk rumah sakit kelas tiga, Jakarta ini sebagai contoh lebih maju dari Solo. Ini tidak melanggar Perda. Semua digabungkan menjadi Kartu Jakarta Sehat," kata dia.





Editor: M. Amin
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)