Rabu, 14 November 2012

Ahok: Guru-guru di Jakarta tidak lagi Oemar Bakrie

GEBRAKAN 100 HARI JOKOWI BASUKI #29


"Banyak guru yang Oemar Bakrie, tapi guru-guru di DKI tidak Umar Bakrie lagi, anak saya sekolah di Sekolah Pelita Harapan." 

- Basuki

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama menyatakan, tingkat kesejahteraan guru-guru di Jakarta tidak lagi seperti Oemar Bakrie. Pasalnya, APBD DKI menghabiskan dana sebesar Rp 6,5 triliun untuk pengangkatan pegawai kepada tenaga pengajar.

"Banyak guru yang Oemar Bakrie, tapi guru-guru di DKI tidak Umar Bakrie lagi, anak saya sekolah di Sekolah Pelita Harapan," ungkap Basuki saat berkunjung di SMA Negeri Muhammad Husni Thamrin (MTH) di Jakarta, Rabu (14/11).

Dari dana yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, anggaran itu seharusnya sudah cukup untuk menggaji beberapa orang guru. Terlebih, anggaran yang diberikan Pemprov lebih tinggi dari anggaran di Kota Solo yang hanya Rp 3,5 triliun untuk lima tahun.

"Menurut sekolah tidak cukup uangnya, cukup tidak cukup mesti panggil orang yang hitung," tegasnya.

Ahok menegaskan, jika para guru tetap mengeluhkan gaji yang diberikan dari pemerintah, maka ia harus mengundurkan diri dari sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah. Pernyataan itu diucapkannya karena banyak guru-guru di sekitar Jakarta yang ingin mengajar di DKI.

"Saya sudah tegas, kalau guru-guru di DKI merasa hebat, kerja di swasta saja. Banyak guru-guru di sekitar DKI mau masuk ke DKI," ucapnya.

Oemar Bakrie merupakan salah satu lagu yang diciptakan oleh penyanyi Iwan Fals. Lagu itu menceritakan nasib seorang guru yang memiliki tingkat kesejahteraan tidak memadai, namun tetap menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar di sekolah terpencil.




Editor: M. Amin
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)