Kamis, 22 November 2012

5 Tantangan Jokowi tertibkan kawasan PKL yang makan jalan


GEBRAKAN 100 HARI JOKOWI BASUKI #37


Kondisi pedagang kaki lima di Jakarta bisa dibilang sudah sangat mengganggu para pengendara. Jika tak segera dicarikan solusi, semakin hari keberadaan mereka akan semakin menambah semeraut Ibu Kota.

Gubernur DKI Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki T Purnama sejak awal sudah berjanji tidak akan melakukan penggusuran. Sebagai jalan keluar, keduanya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar dicarikan tempat untuk relokasi.

Langkah awal yang dilakukan Jokowi adalah meninjau secara langsung lokasi-lokasi atau pasar yang dihuni para pedagang. Jokowi pun meminta agar masyarakat memberi kesempatan baginya untuk melakukan perbaikan. 

"Bukan tidak boleh, kota ini kan ada aturannya, tetapi Satpol PP jangan menggunakan kekerasan, jangan kasar, itu saja. Kalau berjualan di mana-mana dibiarkan, kota ini jadi apa? Nanti ditata tempatnya," ujar Jokowi.

Kondisi pasar pun tak luput dari perhatian Jokowi. Dia mengaku sudah merencanakan model pembangunan pasar tradisional di Jakarta. Namun yang utamanya katanya, jangan sampai harga kios tak terjangkau oleh pedagang. 

Sejalan dengan Jokowi, Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama pun serius ingin menata para pedagang yang selama ini berjualan di pinggir-pinggir jalan. Ahok ingin rencana pembangunan pasar dapat segera direalisasikan.

Tak tanggung-tanggung, Ahok ingin pembangunan pasar dilakukan dalam jumlah besar. Tujuannya agar seluruh pedagang di DKI dapat direlokasi. "Bila perlu 1.000 pasar. Jadi tumplek blek pasar basah, tidak lagi ada yang di jalan," katanya.


1. Kramatjati

Kawasan ini sangat identik dengan kemacetan. Bagaimana tidak, ruas jalan yang tidak terlalu besar harus dibagi antara pengendara dan pedagang kaki lima. Macet bertambah parah karena ada jalur Transjakarta.

Saban hari di sepanjang jalan di kawasan Kramatjati, Jakarta Timur, pedagang dengan berbagai barang dagangan tumplek. Pada malam hari pedagang pun semakin menggeliat. Mulai dari pedagang sayur, ikan hingga kue ada di sana.

Kondisi ini jika tak segera diatasi jelas mengganggu. Polisi, Dishub seperti sudah kehabisan akal untuk menatanya. Tentu ini menjadi tantangan bagi Jokowi dan Ahok.

2. Tanah Abang

Pasar Tanah Abang menjadi tempat berbelanja dengan harga miring yang paling diburu oleh masyarakat. Setiap hari pasar itu selalu ramai dikunjungi.

Meski sudah berdiri bangunan besar yang siap menampung pedagang, namun tetap saja ada yang memilih berjualan di luar pasar. Sialnya, mereka berjualan di pinggir jalan, sehingga mengganggu lalu lintas.

3. Pasar Minggu

Pembangunan underpass memang mampu mengurangi kemacetan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun mustahil rasanya melihat daerah itu bebas dari macet. Pasalnya, sejumlah pedagang masih sulit untuk ditertibkan.

Dari pagi hingga malam hari, pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai dagangan menjadi pemandangan utama. Perlu terobosan agar para pedagang bisa ditertibkan.

4. Kebayoran Lama

Melintas di kawasan Pasar Kebayoran Lama pada pagi hari, anda harus ekstra sabar. Pasalnya, hampir seluruh sisi kanan dan kiri jalan dikuasai oleh pedagang. Hanya satu jalur yang bisa dilewati.

Pada malam hari pun kondisi hampir sama. Bahkan, para pedagang semakin melebar ke jalan raya yang dilintasi kendaraan umum. Jika sudah seperti ini macet tak bisa terelakan.

5. Palmerah

Pedagang sayuran tumpah ruah di kawasan ini khususnya pada malam hari hingga pagi hari. Mereka memakan setengah badan jalan. Karena sudah menjadi kebiasaan, sepertinya tak ada upaya untuk dilakukan penertiban.

Rencana pembangunan 1.000 pasar yang dicanangkan Jokowi-Ahok seharusnya bisa menampung keberadaan para pedagang ini. Tentunya kita berharap tak ada lagi pedagang yang memakan badan jalan.


Editor: M. Amin
Sumber : 

Berita Davina

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)