Alokasi Utang Pemerintah SBY Lebih Buruk Dibanding Orde Baru

Rabu, Oktober 17, 2012 0 Comments

Alokasi utang pemerintah SBY lebih buruk dibanding Orde Baru
rupiah. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Orde Baru utang jadi infrastruktur. Tapi sekarang tidak jelas.
[Enny Sri Hartati]
Lembaga riset ekonomi INDEF menegaskan kecenderungan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono untuk terus berutang merupakan tindakan tidak produktif. Dana dari utang dinilai tidak terasa nyata bagi masyarakat.
Direktur INDEF, Enny Sri Hartati, mengatakan kondisi utang di zaman orde baru jauh lebih baik dari saat ini. Dahulu porsi utang langsung menjadi pembangunan infrastruktur. "Orde Baru utang jadi infrastruktur. Tapi sekarang tidak jelas," ujarnya saat ditemui di The Energy Tower, Jakarta, Selasa (16/10).
Dia menilai alokasi yang tidak jelas ini merugikan masyarakat. Hal ini karena 22,5 persen hasil pajak masyarakat diperuntukan sebagai pembayaran bunga utang dan cicilan pokok utang. Namun, kemampuan penyerapan utang yang rata-rata per tahun hanya 71,2 persen.
Pada 2012 utang luar negeri yang belum terserap sebesar Rp 157,9 triliun. Dengan posisi outstanding utang hingga akhir Juni 2012 telah mencapai Rp 1.938,6 triliun. "Ini masyarakat yang bayar pajak tapi masyarakat juga yang tidak menikmatinya," tuturnya.
Enny menegaskan ketidakefektifan utang, terlihat dari porsi yang bertambah namun tidak diikuti oleh menurunnya tingkat kemiskinan atau pengangguran. "Bahkan gini ratio atau ketimpangan pendapatan semakin meningkat," jelasnya.


Sumber: Merdeka
Editor: Evelyne Patricia

Berita Davina

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Google+ Followers

Tentang DaVinaNews.com

Davinanews.com Diterbitkan oleh Da Vina Group Davinanews.com adalah situs berita dan opini yang memiliki keunggulan pada kecepatan, ketepatan, kelengkapan, pemilihan isu yang tepat, dan penyajian yang memperhatikan hukum positif dan asas kepatuta Davinanews.com memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk berinteraksi. Pada setiap berita, pembaca bisa langsung memberikan tanggapan. Kami juga menyediakan topik-topik aktual bagi Anda untuk saling bertukar pandangan. Davinanews.com menerima opini pembaca dengan panjang maksimal 5.000 karakter. Lengkapi dengan foto dan profil singkat (beserta link blog pribadi Anda). Silakan kirim ke email: davinanews@yahoo.com.