Rabu, 22 Agustus 2012

Amin Rais Atau Jokowi Yang Menyesatkan?


Jokowi for DKI
Sedikitnya ada 3 hal yang membuat calon pemimpin berhasil merebut hati rakyat untuk memilihnya sebagai pemimpin dalam pilkada atau pilpres. 

Ke tiga hal tsb adalah karakter, prestasi, dan popularitas yang didukung citra positif.

Kemenangan Jokowi dalam pilgub DKI Jakarta, di putaran pertama sudah pasti karena dia memiliki keunggulan dalam ke tiga hal tsb. Dari ke tiga hal tsb yang cukup menarik untuk dicermati adalah PREDIKAT WALIKOTA TERBAIK yang diberikan kepada Jokowi yang sampai saat ini masih menjabat sebagai walikota Solo.

PREDIKAT WALIKOTA TERBAIK ITU MENYESATKAN, KATA AMIN RAIS
Sebagai Negara berkembang atau lebih tepatnya Negara terbelakang, Indonesia dapat dikatakan miskin prestasi yang bisa dibanggakan, parahnya lagi negeri ini menjadi salah satu Negara yang menyandang predikat JAWARA KORUPSI.

Oleh Karena itu ketika Jokowi, salah seorang putera bangsa yang menjabat sebagai walikota Solo, masuk dalam nominasi 25 Wali Kota Terbaik Dunia versi  City Mayors Foundation, tentunya hal ini bisa menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.

Namun demikian ternyata tidak seluruh rakyat Indonesia yang merasa bangga dengan prestasi Jokowi yang bersifat internasional tsb. Tokoh yang tidak merasa bangga dengan prestasi Jokowi tsb adalah Mantan Ketua MPR Amin Rais, yang juga dianggap sebagai Bapak Reformasi.
Amin menilai predikat walikota terbaik yang diberikan kepada Jokowi menyesatkan. Pasalnya, kinerja Jokowi sebagai Walikota Solo dinilai kurang memuaskan, salah satu indikasinya adalah semakin tingginya angka kemiskinan di Solo.

“Selama periode Jokowi sebagai walikota, angka kemiskinan meningkat, dan masih banyak daerah kumuh di Kota Solo,” ujar Amien Rais saat ditemui dalam acara Halal Bihalal keluarga di Bekonang, Sukoharjo, Selasa (21/8/2012).

Amien mengatakan salah satu prestasi Jokowi sebagai Walikota Solo adalah dalam pemindahan pedagang secara damai. Namun ia mempertanyakan apakah hal itu menjadi satu-satunya pertimbangan untuk mendapat predikat walikota terbaik.
“Saya sudah pergi ke berbagai kota di Eropa, di sana banyak kota yang lebih baik dan tertata daripada kota Solo. Saya khawatir gelar ini menyesatkan,” katanya.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah itu juga khawatir predikat walikota terbaik justru menyesatkan, terlebih untuk warga Jakarta, karena Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta, sementara kapasitasnya sebagai Gubernur belum teruji.(INILAH.COM: 22-8-2012)

Sayang sekali ketika Amin menilai Jokowi sebagai cagub DKI yang belum teruji dan mengatakan predikat sebagai walikota terbaik untuk Jokowi sebagai hal yang menyesatkan, tokoh tua ini tidak menyatakan penilaiannya terhadap cagub DKI lainnya, Fauzi Bowo (Foke).
Tampaknya Dedengkot Reformasi ini sudah tidak bisa bersikap netral karena partai yang didirikannya, PAN (Partai Amanat Nasional) yang sejak didirikannya masih tergolong PARTAI GUREM telah memberikan dukungan kepada Foke, cagub incumbent tsb.

SIAPA YANG MENYESATKAN, AMIN ATAU JOKOWI ?

Kalau kata-kata Amin Rais yang menyatakan “predikat walikota terbaik” untuk Jokowi itu menyesatkan, tentunya pihak yang memberi gelar itulah yang menyesatkan.
Sejauh ini Jokowi baru masuk dalam dalam nominasi 25 Wali Kota Terbaik Dunia menurut versi  City Mayors Foundation. The City Mayors Foundation adalah lembaga think tank internasional untuk pemerintah daerah yang berada di London, Inggris. Penghargaan semacam ini telah diberikan sejak tahun 2004.

Tentunya lembaga tsb memiliki berbagai criteria untuk menilai dan menetapkan seseorang sebagai walikota terbaik. Dengan demikian banyaknya kota-kota di Eropa yang tertata dengan lebih baik daripada kota Solo menurut pandangan Amin Rais tidak bisa dijadikan alasan untuk menilai Jokowi tidak pantas menerima predikat walkota terbaik.
Sebelum masuk 25 besar, Jokowi tercatat dalam 70 besar nominasi wali kota terbaik di dunia versi The City Mayors Foundation, London, Inggris.

Jokowi masuk dalam lima besar kandidat wali kota terbaik yang mewakili Asia. Selain Jokowi, ada Wali Kota Tel Aviv (Israel) Ron Huldai, Wali Kota Angeles City (Philipina) Edgardo Pamintuan, Wali Kota Changwon City (Korea Selatan), dan Wali Kota Ankara (Turki) Melih Gokcek.

Dari Asia, finalis pesaing Jokowi berasal dari lima kategori wilayah lainnya. Antara lain, lima wali kota dari Amerika Utara, empat wali kota dari Amerika Latin, tujuh wali kota dari Eropa, dua wali kota dari Australasia, dan dua wali kota dari Afrika.

Yayasan ini mengundang masyarakat dunia untuk memberikan suara atau dukungan mereka dalam survei ini. Pilihan yang bisa diberikan langsung melalui lamanworldmayor.com ini harus disertai dengan komentar mengapa mereka memilih kandidat tersebut. Dan panitia akan memilih pemenang utama dengan dua pemenang runner-up.

Tampaknya akhir-akhir ini suara Amin Rais semakin tidak enak didengar dan semakin tidak layak diucapkan oleh seorang yang dianggap sebagai Bapak Reformasi. Mungkin pernyataan Amin Rais itulah yang lebih layak dinilai sebagai “menyesatkan.”

Seluruh rakyat Indonesia bangga dengan predikat walikota terbaik yang diberikan kepada Jokowi. Kita pun layak untuk lebih berbangga lagi ketika mendengar pernyataan Jokowi yang tulus dan rendah hati ketika menanggapi predikat walikota terbaik yang dianugerahkan kepadanya tersebut.

Jokowi mengatakan “Saya hanya bisa bersyukur,” kata Jokowi, Rabu, 20 Juni 2012.
Jokowi mengaku tak pernah memikirkan sesuatu yang sifatnya penghargaan atau apa pun bentuknya selama menjalani tugas. “Saya hanya ingin terus bekerja melayani masyarakat. Kalau masyarakat menilai baik, silakan. Kalau masyarakat menilai buruk, silakan. Yang penting saya bekerja,” kata Jokowi. (TEMPO.CO:20-6-2012)









Penulis: Eko Armunanto
Sumber: Kompasiana.com



0 komentar:

Poskan Komentar

Pedoman Komentar

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.

Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.

Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)