Peredaran Narkoba Sudah Masuk Kategori Bencana

Kamis, Juli 05, 2012 0 Comments



Petugas Brimob bersenjata lengkap menjaga barang bukti shabu sebelum dilakukan pemusnahan di tungku pembakar dokumen milik Angkasa Pura dikawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jum'at (29/6). Sebanyak 165 kg barang bukti Sabu senilai 330 Milyar Rupiah yang merupakan hasil tangkapan Direktorat Narkoba Mabes Polri selama tahun 2012 diwiliyah hukum Indonesia dimusnakan dengan cara dibakar ditungku.
Petugas Brimob bersenjata lengkap menjaga barang bukti shabu sebelum dilakukan pemusnahan di tungku pembakar dokumen milik Angkasa Pura dikawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jum'at (29/6). Sebanyak 165 kg barang bukti Sabu senilai 330 Milyar Rupiah yang merupakan hasil tangkapan Direktorat Narkoba Mabes Polri selama tahun 2012 diwiliyah hukum Indonesia dimusnakan dengan cara dibakar ditungku. (sumber: Antarafoto)
Ini sangat membahayakan dan betul-betul memerlukan perhatian sangat serius.

Peredaran narkoba sudah sangat mengkhawatirkan bahkan masuk dalam kategori bencana. Perlu penanganan khusus dan sistematis untuk menanganinya. Merespons hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S Rajab menginstruksikan jajarannya untuk memerangi narkoba.
 
"Kalau melihat laporan dari Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, barang yang akan kita musnahkan ini dahsyat, luar biasa. Ini baru pekerjaan Polda Metro, belum lagi pekerjaan BNN, belum Mabes Polri, belum seluruh Polda. Ini sangat membahayakan dan betul-betul memerlukan perhatian yang sangat serius seluruh komponen masyarakat," ujar Untung di tengah kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba, di Area Pemusnahan dan Dokumen Angkasa Pura Bandara Soekarno-Hatta, hari ini.
 
Di samping penegak hukum dari kepolisian, kejaksaan, dan hakim, kata  Untung, diperlukan juga dukungan dan stimulan dari masyarakat untuk  melawan narkoba.
 
"Maka dari itu, saya mengajak seluruh bangsa Indonesia memerangi narkoba.  Sebab, permasalahan ini sangat serius untuk kelangsungan bangsa. Para  Kapolres, jangan segan-segan kita perangi bersama. Mudah-mudahan Tuhan  melindungi tindakan kita memerangi narkoba," tambahnya.
 
Untung mengucapkan terima kasih kepada jajarannya yang punya komitmen  untuk memerangi narkoba dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti  yang dimusnahkan.
 
"Tentu kita berterima kasih kepada petugas yang punya komitmen moral untuk memerangi narkoba. Kita melawan suatu sindikat besar yang mempunyai kemampuan besar, baik politis, power politik, power ekonomi, dan lainnya. Sebetulnya kembali kepada diri kita, bahwa kita tidak mau, tidak mempan dipengaruhi siapapun dan apapun. Mari kita perangi narkoba ini. Saya minta maaf kepada masyarakat apabila pekerjaan polisi belum maksimal. Mohon doa restu dan dukungan moril, baik masalah narkoba serta lainnya," tegasnya.
 
Di kesempatan yang sama, Ketua Badan Narkotika Nasional Komjen Gories Mere menyampaikan narkoba adalah masalah dunia. Hampir semua barang berasal dari negara lain, kecuali ganja.
 
"Narkoba masaah dunia. Barang itu berasal dari dunia, tidak ada di sini  kecuali ganja. Kita ini korban, makanya masing-masing harus kuat jiwanya. Bangsa Indonesia harus kuat," katanya.
 
Dikatakan Gories, pihaknya sudah memerangi narkoba secara maksimal. Ia meminta masyarakat turut membantu. "Kami sudah melakukan upaya maksimal dengan penangkapan dan pemberian hukuman. Namun, masyarakat harus membantu, harus kuat jiwanya," tandasnya.
 
Sementara itu, Ketua Gerakan Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat mengungkapkan, Indonesia bukan lagi darurat narkoba. Tapi, sudah mengalami bencana.
 
"Sekarang kita sedang dilanda bencana narkoba. Bukan darurat lagi, tapi  sudah bencana. Kelemahan kita, karena tidak bisa mengimbangi cara kerja  para sindikat. Sindikat adalah kejahatan internasional, kejahatan yang  terorganisir, konsepsional, dan sistematis," katanya.

Lebih jauh langkah tersebut, menurut Henry, dilakukan dengan modus  operandi yang berubah-ubah dengan militansi dan mobilitas tinggi. "Kita tidak bisa mengimbangi itu. Kita tidak bisa mengorganisir sebagaimana mestinya, kita belum secara konsepsional dan sistematis memerangi narkoba. Militansi kita juga belum tinggi. Banyak sekali penyebab kegagalan kita dan harus dibangkitkan serta diubah," pungkasnya.

Berita Davina

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Google+ Followers

Tentang DaVinaNews.com

Davinanews.com Diterbitkan oleh Da Vina Group Davinanews.com adalah situs berita dan opini yang memiliki keunggulan pada kecepatan, ketepatan, kelengkapan, pemilihan isu yang tepat, dan penyajian yang memperhatikan hukum positif dan asas kepatuta Davinanews.com memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk berinteraksi. Pada setiap berita, pembaca bisa langsung memberikan tanggapan. Kami juga menyediakan topik-topik aktual bagi Anda untuk saling bertukar pandangan. Davinanews.com menerima opini pembaca dengan panjang maksimal 5.000 karakter. Lengkapi dengan foto dan profil singkat (beserta link blog pribadi Anda). Silakan kirim ke email: davinanews@yahoo.com.