Dituntun Anak Kecil...

Kamis, Juli 26, 2012 0 Comments

Ramadhan Super Berkah


ANDAI tak diingatkan oleh Gatot Tetuko, Ki Manteb Soedharsono tidak tahu akan seperti apa kehidupan spiritualnya sekarang.

Dalang yang terkenal dengan kemampuan sabetan saat memainkan wayang itu tak tahu apakah sudah mengenal shalat, apalagi menjalankan ibadah haji.

’’Yah, penyadaran tidak selamanya datang dari orang pintar. Tidak hanya datang dari seorang kiai atau ustadz. Penyadaran ternyata juga bisa datang dari seorang anak yang bahkan masih ingusan,’’ katanya.

Pengalaman rohani itu tak akan pernah bisa dilupakan oleh Ki Manteb ketika memeluk Islam. Lewat Gatot Tetuko —anaknya— dalang oye itu dengan penuh kesadaran melafalkan kalimat syahadat. Bersamaan dengan itu, dia pun menjadi seorang muslim yang berkewajiban menjalankan lima rukun Islam.

’’Setelah sekian lama ibarat kleyang kabur kanginan (tak tentu arah), akhirnya saya menemukan kepastian kepasrahan pada Islam. Dan itu saya dapatkan melalui Gatot,’’ ujar dalang yang lahir pada Selasa Legi, 31 Agustus 1948 di Dukuh Jatimalang, Kelurahan Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo itu.

Semua bermula ketika dia membangun Masjid Sujud di dekat rumahnya. Meski bisa membangun masjid, ketika itu Manteb belum juga menjalankan shalat. Inilah yang kemudian membuat sang anak prihatin. Gatot pun berjanji akan terus tidur di masjid dan tidak akan pulang sebelum ayahnya menjalankan shalat.

’’Ketika ada teman mengatakan bahwa membangun masjid tapi tidak shalat ibarat kirim surat tanpa alamat, saya masih tak terlalu memikirkannya. Tapi begitu tahu apa yang dilakukan Gatot, saya sungguh terenyuh. Sampai sebegitu perjuangannya,’’ kata Ki Manteb, yang kini tinggal di Dukuh Sekiteran, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.

Puncaknya terjadi ketika Gatot dikhitan pada 1995. Saat Ki Manteb ingin memberikan hadiah, ternyata Gatot tidak meminta apa-apa. Sang anak hanya punya satu keinginan, yakni melihat sang ayah shalat lalu pergi umrah ke Tanah Suci.

’’Saat saya tanya kowe njaluk hadiah apa le, dia menjawab kula mboten nyuwun hadiah pak, kula namung nyuwun bapak shalat terus tindak umrah sareng sak kulawarga,’’ kenang Ki Manteb.

Begitulah jalan Ki Manteb menemukan Islam. Sebelum itu, dia telah mempelajari Islam, Nasrani, Budha, Hindu, bahkan aliran kepercayaan. Menurutnya, semua agama baik dalam pengajaran. Menariknya, setelah masuk Islam, dalang tersebut juga merasakan hal yang berbeda dari sebelumnya. Hidupnya tidak lagi kemrungsung, bahkan ketika job mendalang sedang menurun sekalipun.

’’Sebelum masuk Islam saya selalu kemrungsung, padahal saya sudah memiliki wayang 11 kotak, gamelan empat set, rumah, puluhan mobil dan lain sebagainya. Tapi setelah masuk Islam, seminggu tidak ada job pun saya santai saja,’’ katanya.

Kepasrahan. Inilah antara lain yang dia temukan saat masuk Islam. Sebagaimana yang dia rasakan ketika membaca kalimat syahadat dan menjalankan ibadah haji.

Karena pasrah, dia bisa dituntun seorang anak kecil menghindari kerumunan untuk memeluk hajar aswad di dekat pintu Kabah. Karena kepasrahan pulalah yang membuat pakeliran-nya menjadi berbeda. Setelah masuk Islam Ki Manteb menjadikan pentasnya sebagai ajang untuk syiar.

’’Ibarat buah pisang, saya tak ingin pisang matang yang dikarbit. Saya ingin benar-benar matang di pohon. Itulah filosofi saya dalam memeluk agama Islam,’’ tandasnya.




Redaktur: Fatimah Azizah
Sumber: suaramerdeka






Berita Davina

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Google+ Followers

Tentang DaVinaNews.com

Davinanews.com Diterbitkan oleh Da Vina Group Davinanews.com adalah situs berita dan opini yang memiliki keunggulan pada kecepatan, ketepatan, kelengkapan, pemilihan isu yang tepat, dan penyajian yang memperhatikan hukum positif dan asas kepatuta Davinanews.com memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk berinteraksi. Pada setiap berita, pembaca bisa langsung memberikan tanggapan. Kami juga menyediakan topik-topik aktual bagi Anda untuk saling bertukar pandangan. Davinanews.com menerima opini pembaca dengan panjang maksimal 5.000 karakter. Lengkapi dengan foto dan profil singkat (beserta link blog pribadi Anda). Silakan kirim ke email: davinanews@yahoo.com.