Budayawan Usul DPR dan Kementerian Agama Dibubarkan

Jumat, Juli 06, 2012 0 Comments


Radhar Panca Dahana
Ilustrasi
Ilustrasi (sumber: Istimewa)
Masyarakat juga memiliki andil, sebab merekalah yang memilih  wakil-wakil rakyat
 
Menyusul terungkapnya korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian , menjadikan tersangka anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendy Prasetya, institusi parlemen dan kementerian agama kembali menjadi  sorotan. 

Dua institusi tersebut menurut budayawan Radhar Panca Dahana bukan lagi rahasia menjadi sarang korupsi.

Oleh karena itu, Radhar menyarankan ide ekstrim, yaitu membubarkan kementerian dan lembaga tinggi negara tersebut.
 
"Jadi jalan keluar yang paling benar bubarkan Kementerian Agama dulu, dua lembaga yang harus dibubarkan itu Kementerian Agama dan DPR," kata Radhar dalam diskusi bertajuk "Korupsi Al Quran, Penanda Moral yang Rusak Parah?" di gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jumat (6/7).
 
Dia menambahkan, bangsa Indonesia pasti punya cara untuk menggantikan posisi dua lembaga tersebut. Dua lembaga tersebut, menurutnya, selama ini lebih dikenal dengan korupsi dibandingkan kinerjanya.
 
"Dulu tidak begini, korupsi tidak di level bangsa, hanya di level elite,  sekarang elit masif melakukan serentak, kelas menengah merasa dia juga pantas mendapatkan bagian," kata budayawan tersebut.
 
"Tidak ada implikasi (pembubaran) apapun kecuali karyawan kehilangan pekerjaan dan DPR bubar, kita ganti saja dengan lembaga berfungsi sama," lanjutnya.
 
Sementara anggota DPD dari Gorontalo, Elnino Husein Moho, mengatakan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Agama tidak akan menjadi solusi masalah korupsi di lembaga tersebut. 

Untuk DPR, kata dia, masyarakat juga memiliki andil, sebab merekalah yang memilih  wakil-wakil rakyat.
 
"Kalau DPR dibubarkan justru susah, mengubah konstitusilah dan lainnya, ini secara teknis kita akan kesulitan," kata Elnino dalam diskusi yang  sama.

Satu-satunya cara agar DPR bisa lebih baik, kata dia, antara lain memastikan masyarakat memilih calon legislatif yang tepat dan masyarakat harus dididik mengenali calon berkompeten dan bermoral untuk duduk di  Senayan.
 
"Selama ini yang memilih DPR kan rakyat," tutupnya.
 

Berita Davina

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

Google+ Followers

Tentang DaVinaNews.com

Davinanews.com Diterbitkan oleh Da Vina Group Davinanews.com adalah situs berita dan opini yang memiliki keunggulan pada kecepatan, ketepatan, kelengkapan, pemilihan isu yang tepat, dan penyajian yang memperhatikan hukum positif dan asas kepatuta Davinanews.com memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk berinteraksi. Pada setiap berita, pembaca bisa langsung memberikan tanggapan. Kami juga menyediakan topik-topik aktual bagi Anda untuk saling bertukar pandangan. Davinanews.com menerima opini pembaca dengan panjang maksimal 5.000 karakter. Lengkapi dengan foto dan profil singkat (beserta link blog pribadi Anda). Silakan kirim ke email: davinanews@yahoo.com.