Anda pernah merasa kesemutan? lantas bagaimana tindakan Anda? Anda dan mungkin banyak masyarakat sering menganggap bahwa kesemutan adalah hal biasa, namun sedikit yang tahu bahwa kesemutan adalah gejala penyakit neuropati.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perdossi Pusat, Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), pada sebuah media edukasi bertajuk 'Neuropati, Kenali, Waspadai!', di Jakarta, Selasa (29/5).
"Neuropati adalah penyakit gangguan saraf yang disebabkan karena kekurangan vitamin neurotropik, efek samping penyakit sistemik atau pun trauma pada saraf, serta proses penuaan," ujar Manfaluthy.
Dia pun menjelaskan bagaimana membedakan kesemutan karena gejala neuropati dengan kesemutan biasa. Kesemutan pada umumnya terjadi akibat aliran darah yang tidak lancar, dan bila itu terjadi cukup memperbaiki posisi tubuh, maka kesemutan akan hilang.
"Kesemutan karena gejala neuropati, biasanya terjadi dengan spontan tanpa diprovokasi oleh apapun juga. Meskipun sudah memperbaiki posisi, belum tentu semutannya hilang," jelas Manfaluthy.
Manfaluthy menjelaskan, gejala lain penyakit neuropati adalah rasa nyeri, baal atau mati rasa, kram, kaku otot, kesemutan, kehilangan kontrol kandung kencing, kulit hipersensitif, kelemahan anggota gerak, rambut rontok dan pengecilan otot.
Sumber:Antara















0 komentar:
Poskan Komentar
Pedoman Komentar
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik.
Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu.
Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik.
Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar :)